Pages Navigation Menu

Mendobrak Batasan Diri

Mendobrak Batasan Diri

Rintangan-rintangan tidak dapat menghentikan Anda. Masalah-masalah tidak dapat menghentikan Anda. Orang lain tidak dapat menghentikan Anda. Hanya Batasan diri Anda yang dapat menghentikan Anda sendiri. – Jeffrey Gitomer –

Kita semua, siapapun Anda tidak terkecuali, pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Kadang-kadang kekurangan tersebut terlihat lebih mendominasi dibandingkan kelebihan yang kita miliki. Beberapa orang begitu mudahnya terkena penyakit, dan ada juga yang begitu sulitnya mengatur keuangan mereka. Beberapa orang yang lain lagi kesulitan untuk berkomunikasi dan membangun sebuah relasi, dan masih banyak contohnya lagi yang merupakan kelemahan kita.

Dari orang-orang tersebut, beberapa yang menganggap bahwa kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sebagai sebuah nasib buruk atau takdir. Tak sedikit dari mereka justru menghadapi rintangan dan halangan sangat besar dalam hidupnya dan bahkan masih berjuang untuk meraih sesuatu hal yang mereka mimpikan. Mereka bangkit diatas kekurangan mereka dan tidak membiarkan kekurangan mereka tersebut membatasi diri mereka untuk maju.

Semua itu adalah pilihan kita, karena hidup adalah sebuah pilihan bukan? Makanya pilihan Anda untuk menganggapnya sebagai nasib / takdir atau sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Kami yakin sekali, pasti ada minimal satu orang dari teman-teman Anda yang dapat berdiri tegak diatas kekurangannya. Atau malah mungkin Anda sendiri. Jika memang demikian, acung jempol untuk Anda.

Jika Anda perhatikan dengan seksama, banyak sekali  orang yang menghadapi rintangan yang jauh lebih dahsyat dari yang kita alami. Mereka mungkin kehilangan kedua kakinya atau mereka lahir dan hidup yang serba kekurangan. Tetapi apapun kesulitan yang dihadapi, Anda akan selalu menemukan orang-orang yang dapat mengatasi kesulitan tersebut. Inilah yang kami sebut dengan mendobrak batasan diri.

Berikut adalah beberapa contohnya yang telah berhasil dan sukses mendobrak batasan diri mereka :

Lance Armstrong, kehilangan salah satu testisnya akibat kanker dan mengalami penderitaan yang amat sangat pada tubuhnya akibat kemoterapi yang ia jalani. Namun ia mampu menjuarai Tour de France sebanyak 7 kali – sebuah kejuaraan balap sepeda paling bergengsi sedunia.

Hellen Keller, pada usia 19 bulan tiba-tiba jatuh sakit dan kemudian kehilangan indera pendengaran dan penglihatannya, dimana saat itu ia sedang aktif-aktifnya belajar berbicara sebagaimana balita seusianya. Ia akhirnya menjadi pembicara dan motivator yang terkenal di dunia dan menjadi pengacara untuk banyak kasus-kasus sosial.

Wilma Rudolph, semenjak kecil menderita karena campak, cacar air, gondok, radang paru-paru dan bahkan polio. Akibat polio, kakinya menjadi sangat lemah dan bentuknya berubah. Dokter mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi. Wilma Rudolph kemudian tercatat sebagai peraih 3 medali emas olimpiade 1960 dalam perlombaan lari.

Mark Inglis, mengalami kecelakaan saat pendakian gunung, mengakibatkan kedua kakinya harus diamputasi. Tetapi setelah kejadian itu, ia mendaki gunung Everest – gunung terganas di dunia.

Contoh diatas adalah kasus-kasus dimana orang-orang menghadapi rintangan yang sangat ekstrim, dan Anda mungkin berpikir mudah saja bagi saya menuliskan cerita mereka. Tetapi bukan itu titik tekannya. Pemikirannya adalah : apa yang bisa Anda lakukan dibalik kekurangan Anda, apapun itu.

Seperti telah dikemukakan diawal bahwa kita semua pasti memiliki kekurangan, dan walaupun Anda pasrah terhadap rintangan-rintangan yang Anda hadapi, Anda akan selalu menemukan orang-orang yang dapat mengatasi rintangan tersebut. Anda hanya akan melihat keberhasilan mereka saja mengatasi rintangan yang sama dengan yang Anda hadapi ataukah Anda justru yang berhasil mengatasi rintangan tersebut. Sikap kita menghadapi rintangan adalah yang utama.

Sekaranglah giliran kita, yang menambah daftar orang-orang yang berhasil mengatasi kesulitan dan kelemahan dan berjuang serta berhasil mewujudkan impian dan mimpi-mimpi kita. Kalau Anda berpikir bisa Insya Allah pasti bisa. Selamat berjuang kawan-kawan… puncak kesuksesan tinggal tunggu waktu saja

 

 

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest