Pages Navigation Menu

Sukses adalah KEPUTUSAN

Sukses adalah KEPUTUSAN

Kita dilahirkan di dunia memang tidak sempurna ada kelebihan dan juga ada kekurangan, tetapi Tuhan menciptakan kita dengan kesempurnaan dibandingkan mahluk ciptaanNya yang lain. Kita diberikan akal plus nafsu satu paket, untuk berpikir dan memahami bahwa manusia adalah mahluk terbaik yang diciptakan Tuhan. Kita diberi hati untuk merasa, memilih, mencinta dan sebagainya.

Pernahkah kita merasa, bahwa diri kita tidak mampu melakukan sesuatu, tidak sanggup padahal belum mencoba, merasa dirinya tidak berdaya, merasa tidak baik dibandingkan yang lain ?

Pernahkah kita merasakan bahwa kita adalah orang yang sangat pesimis dan negatif ? Malahan tanpa sadar kita menghina diri sendiri bahwa kita bukanlah siapa-siapa, kita tidak bisa melakukan ini dan itu dan sebagainya? Bahkan lebih parah lagi, tanpa sadar pula kita menghardik Tuhan, bahwa Tuhan tidak adil. Pernahkah ?

Jika jawaban Anda ‘pernah’, bisa jadi cerita dibawah ini menjadi obat mujarab untuk menyadari kekeliruan diri kita tentang hal-hal diatas. Mari kita simak.

 

Di suatu labotarium, terdapat lah seorang profesor yang sedang meneliti bagaimana membuat robot. Dan profesor tersebut telah bekerja keras untuk membuat robot. Dia punya impian robot ciptaannya nanti bisa melakukan semua perintahnya.

Robot tersebut pun dilengkapi alat yang super canggih, dari mulai kepala, memakai antena. Fungsi antena tersebut untuk komunikasi jarak jauh, dan menangkap sinyal bahaya jikalau robot tersebut terancam keselamatannya. Di lehernya terpasang alat pita suara buatan yang bisa menterjemahkan hampir 20 bahasa asing, dan tentu saja bisa melafaskan dengan lancar. Di dadanya dipakai rompi anti peluru. Semua peluru apapun tidak akan bisa menembus dada robot tersebut. Rompi itu memang di desain canggih. Untuk apa? Untuk menjaga komponen super penting didalam dadanya. Tangannya dilengkapi alat serba ada. Tinggal sekali pencet, dari tangan robot itu bisa mengeluarkan apapun. Mulai dari alat masak sampai alat perang. Dan di kakinya dibuat oleh bahan sintetik yang membuat robot tersebut sangat lentur dan elegan ketika dalam berjalan dan berlari.

Sudah dua puluh tahun profesor berdiam diri di labotarium buatannya dan tentunya kerjasama dengan pemerintah setempat. Sudah berpuluh-puluh milyar rupiah dihabiskan untuk membuat satu robot saja. Mulai dari desain sampai tahap finishing touch, sang profesor begitu sabar dan tekun  menciptakan robot pertama di dunia dengan tingkat kecanggihan diatas rata-rata. Saking lamanya profesor tersebut bersama robot buatannya, profesor sudah menganggap robot yang buatannya seperti anaknya sendiri. Sang profesor sangat menyayanginya. Setiap sebelum di aktivasi, profesor pasti membersihkan robot itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Ketika semuanya sudah sempurna, tibalah robot tersebut diuji coba oleh tim penguji disana. Seandainya robot itu bagus, sudah barang tentu robot tersebut akan dikontrak untuk bekerja di instansi pemerintahan melakukan apa yang manusia tidak bisa lakukan.

Tapi apa yang terjadi ketika robot tersebut diuji? Ternyata robot itu tidak mau menjalankan perintah tim penguji. Perintahnya sangat sederhana “robot tolong ambilkan minum!”. Dengan enaknya robot tersebut menjawab, “nggak ah, saya nggak mampu ngambil minum. Saya nggak bisa…”

Dengan pernyataan mengagetkan semua pihak mulai dari tim penguji sampai sang profesor tersebut. Alhasil profesor merasa sangat kecewa. Padahal semua peralatan dan ornamen yang disiapkan oleh robot itu sudah yang paling canggih, sudah paling mutakhir. Mulai dari kepala sampai kaki, sudah di setting program yang super cepat dan dahsyat. Tapi apa yang terjadi, robot tersebut malah mangkir dan tidak mau diperintah.

 

Bagaimana dengan cerita tersebut ? Menarik kan ? apa yang Anda lakukan kalau Anda menjadi profesornya. Anda sudah meluangkan waktu dan tenaga, rasa cinta dan sayang hingga menganggap robot tersebut sebagai anak Anda sendiri, akan tetapi ketika disuruh atau diperintahkan sesuatu robot tersebut bilang tidak mau atau tidak mampu. Saya sangat yakin Anda pun akan marah dan kecewa.

Yah begitulah dengan Tuhan kita. Dia dengan Maha Kasih dan Maha Sayangnya kepada kita sebagai insan manusia, diberikan akal untuk berpikir dan hati untuk merasa, dengan segala potensi yang luar biasa pula. Waktu jadi sperma pun kita di desain untuk menjadi seorang PEMENANG dan JUARA. Tapi apa yang terjadi ketika kita sudah besar dan dewasa ? yah, pangalaman pemenang dan Juara itu hilang diterpa angin. Kita lupa tentang momentum kita ketika menjadi sperma.

Sukses adalah keputusan. Ketika kita sudah memutuskan untuk sukses seluruh instrument didalam tubuh kita dengan sengaja menyiapkan kita untuk sukses seperti yang kita inginkan. Dan Tuhan pun mengatakan, “Aku mengikuti prasangka hambaku”.

Semoga kita menjadi pribadi yang penuh dengan keajaiban sehingga bisa sukses seperti apa yang kita inginkan.