Pages Navigation Menu

Tanpa arah tujuan

Tanpa arah tujuan

Tentunya bagi Anda yang terbiasa membaca buku-buku motivasi dan pengembangan diri atau bahkan sering mengikuti pelatihan atau seminar-seminar yang berbau motivasi, sudah umum bahwa hidup harus memiliki tujuan. Betul?

Iya, saya pun juga sepakat tentang hal itu. Tanpa arah tujuan, kita tidak memiliki arah yang jelas sehingga kita hanya berputar dan berkutat kepada hal yang itu-itu saja. Saya pun setuju dengan Anda dengan tujuan membuat langkah kita semakin clear dan terprediksi.

Dan kali ini, saya memiliki sensasi yang sangat berbeda. Apa pasal? Karena sedikit banyak saya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang di lampirkan oleh buku-buku kesuksesan, tentang apa? tentang tujuan tentunya. Yah kali ini saja. Di milad pernikahan saya dengan istri saya yang ketiga, kita berpergian tanpa arah tujuan.

Waw… kata itu lah yang pantas disematkan atas prestasi yang saya dan istri lakukan. Kita berpergian tanpa arah tujuan, kita ikuti saja kaki melangkah. Tanpa syarat dan tanpa tekanan. Semua berjalan secara otomatis.

Setelah saya bersilaturahhim dengan sahabat di daerah Cimahi, Jawa Barat. Perjalanan tanpa arah tujuan di mulai. Eng..ing..eng. Begitulah sound effect yang terdengar di telinga kami berdua. Walaupun pada saat itu, diskusi terus-menerus kami lakukan, hendak kemana langkah yang akan kita gerakkan?

Agar menambah syahdu perjalanan ini, kami berdua memang menetapkan angkot menjadi pilihan utama. Alhasil, efeknya begitu terasa. Dari Cimahi, kami pun secara otomatis memberhentikan angkot dari rumah sahabat kami menuju jalan raya Cimahi, karena memang daerah yang kami kunjungi agak menjauh dari jalan utama.

Setelah tiba di jalan utama, tanpa sadar kita putuskan untuk naik angkot yang menuju Ciwalk. Yah tanpa sadar melalui diskusi-diskusi ringan saya dengan istri saya di angkot. Toh, dengan seperti itu membuat kami semakin bebas menentukan pilihan dengan cara yang asyik dan menyenangkan.

Sungguh diluar dugaan kami berdua. Karena memang perjalanan kami ini berniat untuk merasakan sensasi yang berbeda, ternyata kami pun salah naik angkot. Bukan menuju ke arah Ciwalk, malah ke arah Leuwi Panjang. Apakah kami menyesal dan marah-marah karena salah naik angkot? Tentu tidak. Justru dengan kejadian ini malah kami tertawa-tawa dengan penuh senangnya. Mungkin jika ada orang yang memperhatikan tingkah kami pada saat itu, dibenaknya pasti menyimpulkan bahwa kami adalah perantau yang mengadu nasib di kota Bandung. Hahahaha… bisa jadi.. bisa jadi.

Nah karena kami sadar kami berubah haluan, istri saya dengan instingnya memberhentikan angkot yang kami naiki, dan kami tiba disuatu daerah yang banyak Damrinya. Disitu ada Damri dengan berbagai tujuan, ada yang kearah Cicaheum ataupun Jatinangor.

“Hei… Jatinangor?” teriak batin saya.

Lagi-lagi intuisi kami menyala secara bersamaan, dan bertepatan dengan saling menatapnya kedua mata kami berdua layaknya seorang pasangan yang baru menikah. Jatinangor, ya itu Damri ke arah Jatinangor. Kami melangkah secara otomatis memberhentikan Damri tersebut untuk segera kita naiki. Lima menit kemudian, saya dengan istri saya sudah duduk nyaman di bangku Damri ke arah Jatinangor.

“Eh ujung-ujugnnya ke Jatinangor deh,” Ungkap Istri saya.

Saya pun mengiyakan tanda setuju. Ternyata akhir dari perjalanan kami adalah ke kota Jatinangor, sebuah tempat yang selalu menjadi tempat nongkrong kami berdua. Karena memang jarak antara rumah kami dan Jatinangor begitu dekat, dan saya pun sudah terbiasa dengan kawasan ini, karena saya alumni Unpad Jatinangor.

Sebuah perjalanan sederhana dan berkesan untuk kami di Milad ketiga pernikahan kami. Perjalanan tanpa arah tujuan. Dan perasaan kami pun pada saat itu begitu lepas dan bahagia. Karena sejenak kita lepaskan beban yang harus kami tuntaskan. Sejenak kami pindahkan sebentar fokus utama kami ke tempatnya. Sejenak kami bersandar sebentar dengan kebebasan tanpa ikatan dan tuntutan. Terkadang hal itu memang sangat diperlukan bukan?

Yah jeda, waktu jeda. Kita harus memiliki waktu untuk keluar sebentar dari prioritas yang kami lakukan. Karena dengan cara seperti ini, kita akan mendapatkan energi baru untuk melanjutkan rutinitas yang kita jalani.

Anda tau komputer kan? Bayangkan jika komputer yang Anda sering gunakan tidak ada waktu shutdownnya? Mungkin bakal rusak tuh. Nah, otak dan pikiran kita pun sama. Butuh istirahat sebentar dengan melakukan hal-hal yang asyik dan menyenangkan. Tapi ingat, jangan keterusan. Anda memiliki peran yang luar biasa di kehidupan ini, so bersemangatlah dengan energi baru setelah jeda melakukan aktivitas yang tidak ada hubugannya dengan aktivitas Anda.

Setelah itu, rasakan sensasinya dan bersemangatlah dalam menjalankan peran Anda di kehidupan ini. Salam keajaiban untuk kita semua.