Pages Navigation Menu

Pelayanan Prima

Pelayanan Prima

Pernahkah Anda datang di sebuah tempat dan Anda benar-benar dilayani dengan baik. Dimulai dari sapaan hangat dari petugas keamanan / satpam yang membukakan pintu, ditambah lagi sambutan hangat dari resepsionis. Keramahtamahan hadir disana, senyum tulus dan ikhlas dari setiap pegawai perusahaan tersebut. Hal tersebut membuat sebuah “image” perusahaan tersebut sudah naik duluan mendahului dari kinerja perusahaan itu.

Begitu pentingnya peran pelayanan prima sehingga citra perusahaan sering menjadi kurang baik hanya karena pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Beberapa tantangan terkait dengan Pelayanan Prima adalah terkadang karyawan / seseorang yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada pelanggan melayani hanya sekedarnya saja. “Karena ini SOP saya lakukan dengan benar” alhasil mereka seperti robot yang di program untuk melayani.

Terinspirasi oleh film Pay it Forward. Diceritakan di film tersebut ada seorang anak kecil yang mendapatkan tugas dari guru sosialnya untuk membuat program atau cara “Change the World”, mengubah dunia. Seorang anak kecil yang bercita-cita untuk mengubah dunia dengan caranya sendiri.

Benar-benar menggugah. Yang Trevor (peran anak kecil tersebut) lakukan cukup sederhana. Tugas dia adalah lakukan dan berikan kebaikan ke tiga orang yang berbeda, bantu mereka dengan segenap hati. Dan seluruh jiwa. Dan bilang “Pay it Forward” ! dan komitmennya adalah ketiga orang tersebut memberikan kebaikan kepada tiga orang lagi (konsep Duplikasi). Begitu seterusnya. Dan kisah di film tersebut, untuk berbuat baik ke tiga orang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh ketulusan dan kebesaran jiwa.

Yang menginspirasi dari hasil akhir film tersebut, ternyata Trevor berhasil menjadi pelayan kebaikan, walaupun di akhir cerita beliau meninggal karena terus memperjuangkan program ini. Apa yang terjadi pada saat ribuan orang yang menuju ke pemakaman beliau, mereka semua adalah orang-orang yang terkena program dari Trevor. Konsep duplikasi tiga, dari 3 menjadi 9 orang, dan dari 9 orang menjadi 27 orang, dan begitu seterusnya. Sederhana.

Hikmah dari film tersebut ternyata untuk melayani harus dari hati. Jadilah kita sebagai Trevor. Orang yang berbuat baik kepada siapapun, pada saat kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Khususnya pelanggan Anda. Percayalah perbuatan baik kita pasti kembali lagi kepada kita.

Jadi, mulai dari sekarang dan seterusnya. Gunakan hati untuk melayani pelanggan Anda, dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun.

Selamat Melayani.