Pages Navigation Menu

Seni Komunikasi Efektif Menjadi Seorang Pemimpin

Seni Komunikasi Efektif Menjadi Seorang Pemimpin

Ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh seorang pemimpin berhubungan dengan seni komunikasi efektif, adalah bagaimana membuat orang lain hormat dan mengikuti kepemimpinan si pemimpin. Bagi Anda yang ingin menjadi seorang pemimpin hebat, belajar berkomunikasi dengan efektif dan efisien adalah sebuah keharusan.

Di banyak buku-buku tentang kepemimpinan mengatakan bahwa proses memimpin adalah sebuah seni, the art of leadership. Begitu pula dengan komunikasi. Kepemimpinan dan komunikasi adalah dua seni yang saling berhubungan erat. Kepemimpinan tanpa seni komunikasi yang efektif, hanya sia-sia belaka. Intinya kemampuan mutlak yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin adalah kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif.

Dibawah ini adalah beberapa seni komunikasi di dalam kepemimpinan, bagaimana cara membuat orang lain mendukung kepemimpinan kita dan menopang segala beban target tugas kita, dan seni yang kita pelajari ini silahkan dipraktekkan secara bertahap dengan konsisten. Hasilnya pasti sangat memuaskan.

  1. Kemampuan Menyimak (Listening)

Sebagai seorang pemimpin, Anda wajib menyeimbangkan antara bicara dan menyimak. Aalagi waktu yang gunakan didalam aktivitas Anda adalah untuk mendengar berbagai keluhan, permasalahan dan kesulitan. Dan tahukah Anda, ketika kita sedang menyimaknya, sebenarnya kita sedang “berinvestasi” rasa hormat dari orang tersebut pada diri kita.

Dan salah satu skill atau kemampuan untuk menyimak adalah ‘BERTANYA’ Ketika kita “Bertanya”, sebenarnya KITA sedang memenuhi “internal – needs mereka. kita juga sedang membangun hubungan dan mereka akan merasa sangat dihargai.

Saat kita menyediakan waktu untuk menyimak bukan hanya sekedar mendengar problem, ide dan saran mereka, sebenarnya kita sedang “menghargai” pemikiran dan mengangkat aktualisasi diri mereka.

 

  1. Kemampuan Memberi Respon

Orang yang kita pimpin, sejatinya dvakotla.com.ua membutuhkan perhatian penuh dari kita dengan cara kita menyimak isi pikiran mereka. Tidak hanya sampai mendengar saja, kita juga diharapkan meresponi kebutuhan dan pertanyaan mereka dengan memberi respon yang tepat dan cepat. Dengan kemampuan seperti ini, tentu saja diri Anda akan terdongkrak kualitas kepemimpinan Anda di mata mereka yang kita pimpin.

Seorang pemimpin yang baik atau tidak dilihat dari kemampuan dia memberikan respon yang tepat. Apakah seorang pemimpin boleh marah? Tentu saja, asalkan respon marah ini pada saat dan situasi yang tepat. Misalkan ada staf yang terbukti mencuri barang-barang kantor, jika diamkan terus-menerus akan sangat berbahaya dan merugikan siapapun.

  1. Kemampuan Memecahkan Masalah Bersama

Respek terbesar yang akan diberikan anak buah terhadap seorang atasan adalah ketika dia menemui masalah, setelah dia coba dengan segala cara dan tidak berhasil, kemudian atasan mengulurkan tangan untuk sama-sama memecahkan masalah hingga menemukan solusinya.

Pemimpin yang dihormati anak buah adalah pemimpin yang menunjukan sikap bahasa “ KITA”, bukannya “AKU”. Jadi bila ada rekan kita mengalami kesulitan dalam pekerjaannya, katakan pada dia, bahwa ini adalah kesulitan dan masalah bersama. Berarti, bila bawahan tidak bisa atasi, adalah tanggung jawab atasan turun ke bawah bersama – sama mencari jalan keluarnya, bukan bersikap tidak mau tahu dan hanya mau terima beres saja.

  1. Bangun Komunikasi Dua Arah

Orang akan peduli dengan kita bukan dari apa yang kita katakan tetapi dari sejauh mana kita peduli terhadap orang lain. Prinsip yang paling utama untuk mendongkrak orang respek pada kita adalah “perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan”. Dan prinsip komunikasi yang sangat penting adalah, bangun komunikasi dua arah. Beri kesempatan kepada orang yang kita pimpin pendapat dia tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Jika ini dilakukan, orang yang kita pimpin menghargai kita sebagai seorang pemimpin berkelas.

Praktekan dengan konsisten beberapa tips di atas setiap hari dengan tekun. Yang paling penting bukan berapa banyak ide baru yang kita pelajari tetapi berapa banyak perubahan yang telah kita praktekan. Mulailah sekarang juga, rekan-rekan kita sedang menantikan perubahan dari diri kita.

Jadi, selamat memutuskan menjadi seorang pemimpin yang baik dan menjalankan seni komunikasi yang efektif didalam kepemimpinan ini.

Selamat menemukan sensasinya!

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest