Pages Navigation Menu

Harapan Anda Harga Diri Anda

Harapan Anda Harga Diri Anda

Sejatinya manusia mempunyai impian dan asa

Mempunyai sesuatu yang layak disemai dan dipetiknya

Kalau Anda dan saya tidak memilikinya

Sebaiknya ke laut saja…

Hahaha… puisi singkat dari saya mengawali tulisan yang sederhana ini. Harapan Anda Harga diri Anda. Ditengah-tengah guyuran hujan Jakarta dengan segala konsekuensinya. Tapi aku tetap setuju dengan pernyataan. “Hujan itu membawa berkah”.

Dan juga ditengah-tengah terpaan sakit yang melanda diriku, lemas, meriang dan tak bertenaga. Untungnya saya punya satu hal, yaitu Harapan. Karena kalau kita tidak punya harapan, seperti mati didalam kehidupan. Sudah mati sebelum mati betulan.

Dan tentu saja, di tengah-tengah berita tv yang menggaung, tentang bencana yang melanda Indonesia. Sempat bergumam dalam hati,”azab apa lagi yang Kau timpakan pada Kami?” dan ibuku pun berujar dengan tenang, “saatnya dekat lagi sama Pencipta.” Subhanallah, sebuah hikmah yang kudapatkan.

Sempat beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dengan teman-temanku. Menjenguk orang sakit di sebuah rumah sakit. Sebenarnya anak temanku yang sakit. Ruar biasa… menjenguk orang sakit pun, aku SocialTrusts.com merasa mempunyai hikmah yang besar. Aku mengingat bahwa, sakit itu mahal harganya. Ya iyalah, masa  semalem saja menginap di rumah sakit tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp 800rb-an. Itu baru jasa nginapnya yah, belum lagi ditambat obat dan segala hal yang berhubungan dengan kesehatan. Kebayangkan?

Saya sangat bersyukur diberikan sakit sama Allah, Alhamdulillah, gak sampe masuk rumah sakit. Itu rasa syukur yang benar-benar saya syukuri. Bagaimana dengan Anda?

Kalau Anda semua diberikan kesempatan oleh Tuhan menikmati masa sehat, nikmati dan syukuri dengan sepenuh hati. Karena dengan begitu kita bisa memaksimalkan potensi kita. Jika sakit menghampiri kita, Subhanallah, mau ngapa-ngapain pun rasa-rasanya tidak enak. Betul kan?

Yah, dengan segala kondisi tidak bisa 100 persen. Ketika semua tiba-tiba menjadi semu, dan bertemu dengan orang yang semu (tidak jelas dan tidak mempunyai impian yang jelas), bahkan orang-orang yang kita cintai pun berbilang, “Kapan lulus?”, “kapan kerja?”, “Kapan nikah?”, “Kapan punya anak?”, dan kapan-kapan yang lain yang tidak ada habis-habisnya. Sebuah elegi dan dilema dalam diri setiap orang.

Anda pernah juga merasakan seperti itu? Ada bisikan-bisikan syaitan yang terkutuk yang tanpa disadari mengoyak-ngoyak harapan kita. Walaupun kita sama-sama tahu maksud mereka pun baik, supaya kita tidak kecewa.

Karena jalan ninjaku sudah jelas (mengutip dari film Naruto), kalau Naruto ingin menjadi Hokkage, kalau saya, sudah kuputuskan. Saya ingin menjadi seorang pakar di bidang pengembangan diri dan komunikasi.

Begitu juga dengan Anda, jika mempunyai impian dan harapan. Pegang sepenuh hati. Jangan sampai orang lain memperkosa impian kita, dengan mengatakan “ah mimpi lo….” Atau ada juga yang berujar, “udah kalau mimpi jangan ketinggian, nanti kalau jatuh sakit lho.”

Tetapkan dalam hati. Impian ku adalah HARGA DIRI-ku. Siapapun yang mau memperkosa impian ku, takkan kubiarkan. Yah takkan kubiarkan… so… jalan singkat dan termudah yang aku lakukan adalah berteman dan bersahabat dengan teman-teman yang enggan dan tidak rela memperkosa impian orang lain. Itulah jalan yang paling masuk akal, yang selalu kulakukan dan tentunya Anda harus lakukan juga.

Dan alangkah baiknya, Anda pun memiliki lingkungan yang kondusif yang dapat mendukung impian dan harapan Anda. Karena mereka lah yang akan menemani kita dalam mewujudkannya. Insya Allah…