Pages Navigation Menu

Kekuatan Alasan

Kekuatan Alasan

Tahukah Anda bahwa alasan memiliki kekuatan? Kekuatan alasan itu bisa merusak dan juga bisa membangun. Sekarang tinggal Anda pilih, mau mengunakan alasan sebagai alat perusak atau alat pembangun. Orang sukses menggunakan alasan sebagai kekuatan yang membangun. Sementara orang tidak sukses menjadikan alasan sebagai kekuatan yang merusak.

Bagaimana caranya agar alasan menjadi kekuatan yang membangun?

Cobalah sedikit memberikan perhatian saat orang lain menggunakan alasan. Kebanyakan orang menggunakan alasan untuk menutupi kesalahan atau untuk mempertahankan status quo-nya.

 

“Saya terlambat karena….”

“Saya gagal karena…”

“Saya tidak bisa bisnis karena…”

 

Polanya sederhana, jika diawali dengan kata negatif, maka alasan akan menjadi kekuatan yang merusak. Mulai sekarang, jangan atau setidaknya kurangi pola kalimat seperti ini dalam kehidupan Anda.

 

“Tapi alasan saya benar.”

 

Tanpa sadar, baru saja Anda mengeluarkan order phentermine online alasan yang merusak lagi. Silahkan Anda mau beranggapan benar atau tidak. Namun tetap saja tidak akan memberdayakan diri Anda. Akan lebih baik, Anda memilih alasan-alasan yang membangun. Betul kan? Bagaimana caranya?

Caranya mudah, balikkan saja pola kalimatnya. Jika alasan mengikuti kalimat negatif menjadi alasan merusak, maka alasan yang mengikuti kalimat positif akan menjadi kalimat yang membangun.

 

“Saya adalah orang yang tepat waktu karena …”

“Saya harus bisnis karena…”

“Saya memilih gembira karena…”

“Saya memilih memberi karena…”

 

Anda otomatis akan mengisi titik-titik buy viagra pada kalimat tersebut dengan sebuah alasan yang positif dan akan memberdayakan hidup Anda. Semakin kuat alasan yang Anda berikan, akan semakin kuat motivasi yang dihasilkan oleh alasan Anda. Alasan adalah sumber motivasi.

Orang boleh beralasan untuk tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Apakah alasan itu melindungi dia dari kecelakaan? Anda juga bisa membuat alasan mengapa harus buy modvigil
memakai helm. Keduanya ada pada kendali Anda. Anda bisa memilih dan Anda bisa menentukan. Jika Anda mengatakan tidak bisa, yah karena Anda masih punya alasan yang merusak.

Karena perbedaan mendasar antara orang sukses dan tidak terletak dari alasannya. Apakah alasannya merusak atau membangun? Silahkan memilih!

Akhir kata, selamat memberdayakan kekuatan alasan kita.

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest