Pages Navigation Menu

Metode Training

Metode Training

Bicara tentang pendidikan secara luas, para praktisi pendidikan memahami bahwa sesungguhnya pendidik dalam hal ini seorang komunikator (penyampai pesan), dan anak didik sebagai seorang komunikan (penerima pesan), akan lebih efektif jika menyampaikan sebuah pesan tidak hanya satu arah (one way communication). Mengapa?

Sejatinya kegiatan pendidikan merupakan kegiatan yang memiliki tujuan akhir untuk mengubah sebuah karakter serta sikap dari seorang individu ataupun kelompok, lebih jauh lagi pendidikan merupakan sebuah konsep proses pengembangan diri dengan menggunakan metode pembiasan yang dapat diciptakan oleh lingkungan masyarakat maupun keluarga. Disini terlihat jelas esensi dari pendidikan adalah merubah karakter seseorang.

Pada kaitannya aktivitas pendidikan di dunia sekolah, biasanya disampaikan dalam kegiatan pengajaran, dan metode pengajaran yang kebanyakan sekolah pakai adalah metode satu arah, padahal banyak sekali metode yang bisa disampaikan dalam beberapa bentuk selain metode pengajaran pada umumnya, diantaranya seperti menggunakan metode Training. NAH! Mengapa harus metode training?

Training merupakan salah satu metode yang dilakukan secara unik dan berbeda, mengapa unik? Karena dalam penyajian materinya sangatlah lengkap, dimana konten materi training dapat disajikan secara komprehensif dan ringan dengan menggunakan aplikasi audio, visual, inovasi, kreasi, dan formula materi training yang singkat dan jelas serta merujuk pada poin inti dari materi yang diajarkan. Aktivitas training tentu tidak akan berjalan jika tidak ada unsur-unsur terpenting dalam kegiatan training diantaranya yaitu Materi Training, Trainee (peserta training) dan Trainer.

Faktor terpenting dalam aktivitas training adalah trainer, dimana selain seorang trainer harus menjadi seorang penyampai pesan yang baik, seorang trainer pun harus memberikan contoh positif dan teladan bagi para trainee.

Dan bukan hanya sebagai penyampai pesan yang baik, seorang Trainer juga dituntut memiliki sikap dan perilaku yang baik. Terlebih, Trainee seringkali menjadikan Trainernya sebagai Role Model yang dapat diduplikasi.

Apakah di pendidikan formal, cara dan pengajarannya boleh disampaikan dengan metode Training? Mengapa tidak? Selama tidak melanggar aturan yang berlaku di sebuah organisasi atau institusi tersebut. Mirip pertanyaan tersebut, ditanyakan oleh seseorang dosen di IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri) kepada saya selaku trainer dalamĀ  Communication Skill Training.

Semoga artikel tentang belajar komunikasi kali ini, pembaca jadi lebih paham dan mengerti tentang prinsip dan metode sebuah training. Jika belum, itu pertanda Anda harus merasakan sendiri bagaimana unik dan berbedanya sebuah training. Bisa dengan orang lain, atau dengan saya.

Selamat belajar!

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest