Pages Navigation Menu

Cara Membangun Sikap Positif

Cara Membangun Sikap Positif

Pernahkah Anda menghadapi situasi dimana harus memutuskan atau menentukan pilihan, akan tetapi diri Anda dipenuhi oleh pertimbangan-pertimbangan tentang keraguan atau ketidakpercayaan diri sendiri?

Tanpa Anda sadari, terlontarlah sebuah kalimat-kalimat tidak berdaya, seperti “Bisakah saya? ; “Jangan-jangan kalau gagal gimana” ; “Nanti, Kalau…” ; “lalu bagaimana?” dan kalimat-kalimat sumbang dan tidak memberdayakan lainnya. Sementara ada salah seorang sahabat Anda yang Anda kenal tentunya dengan penuh percaya diri dapat mengatasi hal-hal seperti ini.

Percayakah Anda, keraguan dan ketidakpercayaan diri sendiri adalah penentu keberhasilan dan ketidakberhasilan hidup Anda? Karena dengan melihat sesuatu hal dari sisi positif atau negatif justu juga mempengaruhi emosi Anda dalam memutuskan sesuatu. Serta berpikir Positif ternyata memberikan peluang seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Oleh karenanya Berpikir Positif merupakan materi penting yang diberikan dalam training CEO (Chief Executive Officer) di dunia manager.

Lalu pertanyaannya bagaimana Anda membangun sikap positif? Baiklah, diartikel kali ini saya siap membahasnya khusus untuk Anda.

1. Anda bisa memilih bersikap Optimis

Orang yang pesimis itu fokus kepada hal-hal yang negatif. Sedangkan orang-orang yang optimis, tenyata lebih fokus memandang sesuatu hal dari sisi positif. Dan lagi-lagi sikap optimis merupakan pilihan. Pilihan ini jatuh kepada Anda bukan?

2. Anda bisa memilih untuk tetap bersyukur

Yah, pilihan untuk tetap bersyukur adalah pilihan yang sangat bijak. Artinya dengan sikap pilihan ini Anda tidak bergumul, merengek, dan memebenturkan kepalamu ke tembok ketika segalanya tidak beres. Karena skenario Tuhan lebih indah dibandingkan rencana kita kan? Dan perlu Anda ketahui, pilihan perilaku yang menjadikan Anda korban adalah pilihan yang paling buruk. Mengapa? Karena, jika Anda berperan sebagai korban, dengan otomatis Anda tidak berdaya. Syukurilah semua hal yang terjadi dalam hidup Anda.

3. Anda bisa memilih untuk segera bangkit

Membangun sikap positif tidaklah berarti bahwa Anda tidak akan pernah mengalami kepedihan, penderitaan, atau kekecewaan dan juga bukan berarti Anda harus mengabaikan masalah. Masalahpun selalu mempunyai sisi hikmah yang bisa Anda petik, untuk dijadikan pembelajaran esok hari. Kalau Anda gagal dalam ujian, belajarlah lebih giat lagi atau cari pembimbing yang dapat membuat Anda lulus ujian. Kalau Anda kehilangan sahabat, perbaikilah persahabatan tersebut, atau segeralah cari sahabat baru. Kalau Anda tidak suka penampilan Anda, kembangkanlah kepribadian Anda sehebat bahkan lebih hebat dari penampilan Anda. Intinya segera bangkit dari keterpurukan adalah nasihat yang paling hebat yang bisa Anda berikan kepada diri sendiri. Selamat bangkit!

4. Anda bisa memilih bersikap antusias

Sambutlah setiap harinya dengan semangat dan antusias. Jika perlu selalulah berteman dengan orang-orang yang memiliki antusias diatas rata-rata, bukankah antusias itu menular? Selain itu, laksanakanlah tugas-tugas dan peran Anda dengan penuh semangat. Semakin Anda bersemangat, maka semakin orang-orang disekelilingmu pun merasa dan bersikap demikian, Semangatlah !

5. Anda bisa memilih tertawa

Kalau Anda melakukan sesuatu hal yang agak konyol, jangan lewatkan peluang untuk tertawa. Itulah salah satu sukacita besar kehidupan manusia. Kalau Anda meluangkan waktu untuk tertawa, Anda akan sehat. Tawa itu mengeluarkan kimiawi tertentu dalam tubuh yang dapat merangsang serta dapat memebantu untuk tumbuh lebih sehat.

6. Anda bisa memilih untuk peduli

Kalau Anda benar-benar peduli terhadap sesama dan tulus datang dari hati Anda, percayalah mereka akan merasakannya. Mereka tidak akan merasa bahwa Anda berusaha memanipulasi mereka, berbuatlah untuk sesama karena Anda diciptakan oleh Tuhan untuk selalu berbagi, mengasihi dan menebarkan kebermanfaatan ke semua orang. Jika semangat peduli Anda menumpuk, maka hidup terasa lebih berkah.

7. Anda bisa memilih beriman

Bagi sebagian besar orang, pilihan untuk beriman dan meyakini keberadaan Tuhan, Allah Yang Maha Kuasa adalah pilihan yang sangat tepat. Karena dengan kita bergantung dengan zat yang serba Maha, hidup kita terasa penuh dengan warna dan hikmah. Tantangan dan masalah pun terasa kecil, karena dihati memiliki kepercayaan ada Allah yang Maha Besar.

 

Selamat mencoba poin-poin diatas tentang cara membangun sikap positif. Dan percayalah, sikap positif dapat menghantarkan Anda menjadi seseorang yang lebih berdaya, bukan sebaliknya.

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest