Pages Navigation Menu

Menjadi Negosiator Ulung

Menjadi Negosiator Ulung

Ada kalanya seorang ahli komunikasi dituntut untuk juga pandai bernegosiasi, terutama untuk profesi-profesi seperti sales, marketer, dan ujung tombak disebuah perusahaan seperti frontliner. Maka dari itu, pilihan untuk menjadi negosiator ulung adalah keniscayaan.

Untuk mencapai deal atau kesepakatan win-win, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu bahasa tubuh dan bahasa lisan. Seorang ahli negosiasi adalah orang yang memenangkan negosiasi dan meninggalkan rekan bicaranya dengan perasaan senang karena dia juga merasa senang (Win-win solution).

Berikut dalam artikel belajar komunikasi kali ini, saya akan membahas beberapa kemampuan negosiasi yang perlu dilatih dan diasah.

1. Berstrategi.
Layaknya perang, dalam bernegosiasi Anda perlu strategi atau taktik. Adanya strategi akan membantu Anda melakukan pendekatan terbaik untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan. Sedangkan taktik, adalah langkah-langkah teknis untuk mendukung strategi. Tanpa keduanya, negosiasi akan berjalan lambat dan tanpa arah yang jelas. Istilahnya yang terjadi hanya debat kusir tak berujung. Ingat, jika proses negosiasi terjadi debat, maka secara otomatis Anda gagal dalam bernegosiasi. Apa strategi yang perlu dimiliki setiap negosiator? Kemampuan berpikir kreatif dan cepat. Pemikiran ini nantinya akan menghasilkan sejumlah alternatif yang dapat diterima. Negosiator sukses adalah mereka yang memiliki strategi terbaik sehingga bisa mengubah pilihan-pilihan mereka menjadi kenyataan.

2. Jangan gampang emosi.

Salah satu kunci keberhasilan orang yang jago nego adalah ‘mampu mengendalikan emosi.’ Tidak mudah marah atau meledak ketika negosiasi berlangsung alot. Atau mendadak bete / galau ketika berhadapan dengan rekan bicara yang tidak kooperatif. Ketika bernegosiasi kecerdasan emosional Anda akan diuji, bagaimana memengaruhi orang lain dalam kondisi dan situasi apa pun. Selain itu, pengelolaan diri yang baik juga memudahkan Anda untuk mengenali setiap sisi positif dan lawan bicara. Perlu digarisbawahi, negosiasi tidak bisa lepas dari komunikasi. Tak mungkin Anda melakukan proses tawar-menawar hanya dengan menggunakan bahasa tubuh. Kuasai keterampilan komunikasi dan Anda sudah memenangkan setidaknya 50 persen dari negosiasi.

3. Menyimak lawan bicara.

Bagaimana rasanya bila saat Anda bicara, lawan bicara malah sibuk sendiri atau melamun? Tentunya Anda merasa kecewa karena merasa “dicuekin” kan? Begitu juga dengan rekan bicara Anda. Bagaimana negosiasi bisa berhasil, bila Anda tidak menyimak setiap kata yang diucapkan rekan bicara? Pastikan tubuh dan pikiran Anda tetap di sana, jangan sampai tubuh Anda disana, tetapi pikiran Anda melayang-layang entah kemana. Untuk memudahkan Anda menyimak pembicaraan lawan bicara, perhatikan ketiga hal berikut:

* Jika mereka berbicara tentang analisis, berarti mereka sedang menyampaikan apa yang dipikirkannya.

* Jika mereka berbicara dengan nada bertanya atau menyelidik, ini berarti ada kekhawatiran yang mereka pikirkan. Inilah saat yang tepat untuk memberi penjelasan dan meyakinkan kepada rekan bicara.

* Biasanya mereka juga akan menyampaikan apa yang menjadi harapannya. Ini adalah ekspektasi mereka terhadap hasil negosiasi.

4. Bertanyalah
Dalam negosiasi bertanya sangat dianjurkan. Mengapa, karena bertanya adalah seni yang bisa membuat lawan bicara melihat kemampuan Anda mengelola proses negosiasi. Untuk dapat bertanya dengan tepat, tentu saja Anda perlu saling menyimak apa yang disampaikan oleh rekan bicara Anda. Adanya pertanyaan akan membuat proses negosiasi lebih hidup dan tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pemikiran dan ide-ide baru. Apalagi negosiasi, sebenarnya bukan sekadar situasi tawar-menawar, melainkan sebuah proses menyatukan alur pemikiran di mana setiap pihak punya kedudukan sama penting.
Semoga keempat tips diatas menambah kemampuan Anda menjadi seorang negosiator ulung. Selamat mencoba!

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest