Pages Navigation Menu

Tiga Rahasia Presentasi Sukses

Tiga Rahasia Presentasi Sukses

Suatu ketika, Anda diminta untuk menyampaikan sebuah presentasi penting didalam pekerjaan Anda. Anda bingung dan merasa tidak mampu, karena memang selama ini Anda belum terbiasa untuk melakukan presentasi dan berbicara didepan umum.

Pun Anda tahu, persoalan TERBANYAK ada pada bagaimana menyampaikannya. Tapi Anda juga tahu, bahwa persoalan TERBESAR ada pada bagaimana memulainya. Betul begitu?

Lalu, jika memang ini adalah sebuah tugas atau intruksi dari atasan Anda. Dan Anda harus bersedia melakukannya, mau tidak mau, Anda melaksanakannya kan?

Nah, artikel tentang rahasia presentasi sukses ini dikhususkan untuk Anda bagaimana Anda mengetahui rahasia presentasi yang baik dan benar. Mari kita simak bersama-sama.

Berikut ini adalah tiga rahasia presentasi sukses yang akan merubah hidup Anda :

 

RAHASIA 1 – MENJADI DIRI SENDIRI

Menjadi diri sendiri adalah keharusan, jika Anda sudah sampai ke titik delivery alias penyampaian materi presentasi. Setiap orang punya gaya. Siapakah yang terbaik untuk menampilkan gaya Anda?

Jadilah “gue banget” saat menyampaikan presentasi. Diri Anda diciptakan dengan berbagai aspek yang terlalu unik untuk bisa diperbandingkan dengan manusia yang lain. Inilah kebesaran Tuhan. Suara Anda, Tubuh Anda, Wajah, gaya bahasa, dan tingkat formalitas Anda, adalah “Anda banget”. Jangan sia-siakan semua itu.

Banyak pembicara, sangat berfokus — tepatnya: terfokus — pada kata-kata yang akan keluar dari mulut mereka. Padahal, sekali lagi, kata-kata yang berkontribusi 7% untuk kekuatan presentasi Anda. Menghamburkan energi untuk hal itu, adalah pemborosan.

Pembicara yang kata-katanya belepotan, selalu lebih baik jika Ia menjadi diri sendiri, daripada pembicara yang bagus tutur dan katanya, tapi begitu mencolok dalam mencoba menjadi orang lain.

Segala sesuatu yang non verbal, biasa disebut dengan presentation personality, menyumbang lebih dari 90% untuk keberhasilan Anda.

Fokuslah pada aspek yang paling real dan paling berpengaruh untuk keberhasilan sesi bicara Anda. Fokuslah pada kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, pergerakan, pakaian, suara, dan diam.

 

RAHASIA 2 – MEMBERI MAKA ANDA AKAN MENERIMA

Jika Anda ingin audiience bersemangat, Anda harus bersemangat. Jika Anda ingin audience berpikir, Anda harus berpikir. Jika Anda ingin audience tertawa, tertawalah Anda. Jika Anda ingin audience menangis, menangislah Anda. Jika Anda ingin produk Anda dibeli, Andalah pembeli pertamanya. Atau setidaknya, Andalah orang yang pertama yang bisa membanggakannya! Dengan catatan, tentu saja produk Anda memang pantas dibanggakan.

Ada faktanya. Menurut laporan riset (dari sebuah institusi yang bernama Lamalle) terhadap eksekutif puncak yang berpenghasilan lebih dari rata-rata, keberhasilan mereka 46% ditentukan oleh sikap positif dan antusiasme.

Jika Anda merasa bisa, maka Anda akan bisa. Jika Anda merasa akan gagal, maka gagallah Anda.

Satu hal yang Anda harus ingat, menjadikan positif berbagai energi, akan membuat Anda rileks.

 

RAHASIA 3 – JANGAN PERNAH MEMINTA MAAF, MENGAKUI KEBURUKAN, ATAU MENCIPTAKAN PEMBENARAN

Tentu saja, kecuali jika Anda punya alasan yang sah untuk melakukan hal itu. Dalam banyak kasus, Anda memang tidak perlu meminta maaf, mengakui keburukan atau menciptakan pembenaran dalam sesi bicara Anda.

“Maaf, Saya agak pilek hari ini, jadi mungkin suara Saya mungkin akan jadi sedikit aneh.”

Untuk apa Anda mengatakan itu? Adakah sesuatu yang positif bagi sesi bicara Anda? Anda merasa perlu dikasihani? Untuk apa? Supaya mereka membeli?

Biarkan mereka sendiri yang menciptakan permakluman untuk Anda.

“Maaf, Saya kurang siap hari ini.” Ini jelas berbahaya.

Salah satu bahaya terbesarnya adalah, Anda sendirilah yang menciptakan distorsi dan distraksi audience Anda. Segera setelah Anda mengatakannya, audience Anda akan menceari berbagai bukti untuk membenarkan pernyataan Anda. Anda yang memancing toh?

Setiap kali pernyataan negatif keluar dari mulut Anda, maka sebenarnya Anda mengatakan hal ini:

“Jangan berharap banyak dari Saya.”

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest