Pages Navigation Menu

Pelanggan adalah Raja

Pelanggan adalah Raja

Didalam dunia bisnis dan perdangangan, pelanggan menjadi salah satu harta yang sangat penting dalam keberlangsungan usaha. Bahkan ada yang mengatakan, ‘ pelanggan adalah raja ’, ungkapan tersebut membuktikan bagaimana peran pelanggan sangat menentukan.

Tentunya pelanggan Anda adalah manusia, dan namanya manusia memiliki pikiran dan hati yang berbeda-beda, memiliki keinginan dan harapan yang berbeda, memiliki gaya dan cara yang pandang yang berbeda pula. Oleh karena itu, kita sebagai pemilik usaha sudah pasti harus mengenal apa yang dia mau, apa yang dia butuhkan, dan bagaimana dia bisa mengenal kita, intinya menciptakan komunikasi dua arah adalah sebuah keniscayaan.

Dan tahukah Anda, bahwa pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dapat melebihi harapan / ekspektasi pelanggan? Dengan begitu, kita memiliki nilai tambah yang dapat diunggulkan sehingga kepuasan pelanggan dapat terpenuhi.

Agar penjualan mencapai target yang sudah ditentukan, setiap perusahaan atau organisasi wajib hukumnya dikenali oleh banyak orang. Dan memberikan pelayanan yang terbaik menjadi faktor kunci, apalagi jika diiringi dengan pengenalan watak/ karakter pelanggan.

Ibarat pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, sehebat apapun kita promosi jika kita tidak mengenali siapa pelanggan ideal kita, semua usaha bisa saja akan menjadi sia-sia. Implikasinya adalah tidak adanya positioning keberlansungan usaha kita.

Lalu apa itu pelanggan? Sepertinya Anda butuh memahami definisi pelanggan terlebih dahulu.

Secara umum, pelanggan didefinisikan sebagai perseorangan atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi keperluan primer, sekunder, atau tersier dengan cara menggunakan jasa/ barang yang disediakan oleh perseorangan atau kelompok lain yang didahului dengan kegiatan transaksi jual-beli. Pelanggan juga identik dengan sahabat karib yang artinya segala yang dia inginkan harus kita penuhi yang pastinya sesuai dengan layanan apa yang kita berikan.

Dan tentunya perlu adanya batasan-batasan yang jelas kepada pelanggan apa saja layanan yang kita berikan dan apa saja tanggung jawab kita teradap persoalan yang dihadapi pelanggan. Dengan begitu komplain-komplain yang disampaikan oleh pelanggan kita dapat diakomodasi dengan cara yang masuk akal.

Dan faktanya adalah semakin maju teknologi, semakin beragam cara pelanggan dalam menghadapi kita. Lho! Apa korelasinya?

Coba kita pahami lebih detail bahwa beragamnya pelanggan dipengaruhi oleh pelanggan lainnya yang kerap mempublikasikan baik atau buruknya suatu pelayanan ke media massa terutama media sosial. Begitu mudahnya akses media sosial menjadi instrumen yang signifikan dalam penyebaran isu-isu dari satu pihak ke pihak lainnya. Dari sinilah pelanggan yang tidak tahu apa-apa akan ikut dengan pemberitaan tersebut bahkan menjadi berubah cara pandangnya terhadap produk dan jasa tertentu.

Mari kita ambil contoh : Maraknya penipuan toko online mengakibatkan pelanggan selalu mencari tahu dan lebih berhati-hati dalam memilih produk atau jasa yang diinginkan. Sehingga pemilik bisnis pun harus semakin cerdas untuk menanggapi fenomena ini. Sisi baiknya, penjual tidak bisa semena-mena menawarkan produk secara sembarang, dan pelanggan pun lebih meneliti secara detail terlebih dahulu.

Oleh karena itu, setiap perusahaan yang ingin bisnisnya tetap eksis dan bertumbuh. Dibutuhkan sebuah mekanisme pelayanan prima untuk para pelanggan. Bahkan menyertakan training service excellence pun jadi sebuah pilihan yang tepat bagi perusahaan Anda.

Jika Anda setuju, kami pun siap bersinergi dengan perusahaan Anda untuk membuat skema pelayanan dan training service excellence demi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan Anda.