Pages Navigation Menu

Bahasa Tubuh Yang Baik saat Wawancara Kerja

Bahasa Tubuh Yang Baik saat Wawancara Kerja

Bahasa tubuh mencerminkan pola dalam pikiran seseorang. Jika bahasa tubuhnya baik, maka pola pikirannya pun baik. Begitulah pentingnya menggunakan bahasa tubuh yang baik saat wawancara kerja.

Bukan itu saja, bahasa tubuh juga dapat membuat perbedaan ketika seseorang menilai kepribadian. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki kecakapan, daya pikat dan suasana hati yang positif.

Sebagai contoh jika anda sering tersenyum, Anda akan merasakan lebih bahagia. Jika Anda duduk dengan tegap, anda akan merasakan lebih energik. Jika Anda melambatkan gerakan anda (tidak terburu-buru) , Anda akan merasakan lebih tenang. Yah “Motion create emotion and emotion create motion”. Begitulah kesimpulannya.

Untuk kesempatan kali ini saya akan membahas tentang beberapa bahasa tubuh yang perlu Anda perhatikan ketika Anda sedang melakukan wawancara kerja. Setelah Anda mengetahuinya, Anda praktekkan sesegera mungkin. Lihat perbedaannya ketika Anda mulai dengan tips-tips dibawah ini.

  1. Jangan silangkan kaki dan tangan anda.

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa menyilangkan tangan atau kaki dapat menunjukkan bahwa Anda tertutup terhadap siapapun dan ini tidak menciptakan hubungan pembicaraan yang baik. Bukalah selalu posisi tangan dan kaki anda. Karena dengan posisi kaki dan tangan terbuka, pewancara mempersepsikan Anda adalah seorang yang ‘welcome’ terhadapnya. Serta buatlah jarak antara kedua kaki anda. Dengan seperti ini, memberi sinyal bahwa Anda cukup percaya diri dan nyaman dengan posisi Anda.

  1. Lakukan kontak mata, bukan menatapnya.

Lakukan kontak mata kepada pewancara Anda, percayalah hal ini dapat membuat wawancara berjalan dengan baik. Bayangkan jika Anda bertemu dengan seseorang yang ketika berbicara kepada Anda, matanya cenderung kemana-mana. Apa yang Anda rasakan terhadap orang tersebut? Melakukan kontak matapun memberikan kesan bahwa Anda sedang mendengarkannya. Namun hati-hati, jangan terlalu berlebihan. Lakukan kontak mata dengan cara elegan, bukan dengan menatapnya terus-menerus, karena akan membuat rekan bicara Anda menjadi gelisah dan tidak nyaman berbicara kepada Anda.

  1. Rilekskan bahu anda.

Ketika anda merasa tegang pada saat melakukan wawancara kerja, Anda pun akan merasakan juga ketegangan di kedua bahu. Biasanya terlihat dari posisi bahu yang sedikit terangkat dan maju ke depan. Cobalah untuk mengendurkan ketegangan dengan menggerakkan bahu Anda dan mundurkan kembali posisinya ke belakang atau bersandar. Jika masih tegang, tarik nafas Anda selama tiga hitungan. Lalu, ketenangan akan siap menyelimuti Anda.

  1. Mengangguk ketika pewancara Anda sedang berbicara.

Mengangguk menandakan bahwa Anda sedang mendengarkan dengan penuh perhatian. Namun jangan sampai anggukan Anda berlebihan layaknya burung pelatuk. Karena secara otomatis anggukan Anda akan terlihat seperti dibuat-buat, tidak natural.

  1. Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak.

Jika anda ingin menunjukkan bahwa anda tertarik dengan apa yang disampaikan oleh rekan bicara Anda, condongkan sedikit tubuh Anda ke arahnya. Namun jangan terlalu banyak, karena kesan yang akan ditimbulkan adalah Anda terlihat seperti akan meminta sesuatu. Dan jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda cukup percaya diri dan santai, condongkan sedikit badan Anda ke belakang. Namun juga jangan banyak, karena anda akan terlihat arogan.

Semoga kelima tips diatas tentang bahasa tubuh yang baik saat wawancara kerja dapat menjadi inspirasi untuk Anda. Selamat MENCOBA!

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest