Pages Navigation Menu

Teknik Mendengarkan yang Baik Dalam Berkomunikasi

Teknik Mendengarkan yang Baik Dalam Berkomunikasi

Anda yang telah mengikuti dan membaca artikel-artikel saya disini, tentunya Anda memiliki kesimpulan begitu vital dan pentingnya proses mendengarkan dalam berkomunikasi dengan rekan bicara Anda. Betul? Jika Anda sepakat, silahkan diteruskan artikel tentang teknik mendengarkan yang baik ini.

Karena seorang komunikator yang hebat selalu diiringi menjadi seorang pendengar yang baik, tanpanya (pendengar yang baik) proses komunikasi Anda akan mengalami banyak sekali noise atau gangguan, sehingga keefektifannya dapat disangsikan.

Jika dibenak Anda bertanya-tanya beberapa teknik mendengarkan yang baik, tepat sekali dugaan Anda. Disinilah kita akan membahasnya. Silahkan simak dengan tingkat konsentrasi yang tinggi, karena ini menentukan baik atau tidaknya proses komunikasi yang Anda lakukan.

1. Perhatikan bibir rekan bicara Anda ketika rekan bicara Anda berbicara.

Perhatikan matanya ketika Anda yang giliran mendapat kesempatan untuk berbicara. Mengapa? Yah tentu saja hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan menunjukkan bahwa Anda sangat memperhatikan isi pembicaraannya. Sehingga rekan bicara Anda merasa lebih dihargai dan Andapun bisa menyerap isi pesannya dengan baik. Serta pusatkan perhatian Anda pada pesan dia. Saat ia berbicara, jangan terjebak memikirkan kata-kata yang akan Anda ucapkan sebagai balasan. Lebih baik Anda dengarkan secara detail apa yang diucapkan sampai selesai, kemudian barulah Anda memberi respon atau ‘feedback’ dari isi pesannya. Dan lebih baik minta izinnya untuk memberikan tanggapan dari isi pembicaraan tersebut

2. Disiplinlah pada diri sendiri untuk bersedia mendengarkan lawan bicara dan tidak menyelanya sampai selesai.

Untuk membantu konsentrasi Anda dalam mendengar, buatlah catatan kecil sebagai pegangan. Ingat, kualitas dalam mendengarkan seringkali dipengaruhi oleh konsentrasi Anda dalam menyerap pembicaraan. Serta hal yang sangat penting yang perlu Anda ketahui adalah hindari tanggapan emosional yang dapat menjebak Anda pada kegagalan berkomunikasi. Aturan pokok yang harus Anda pegang adalah tetap tenang, hindari bahasa retorika dan provokatif, serta kendalikan diri Anda. Dengan begitu efektifitas komunikasi dapat menintkat puluhan kali lipat.

3. Berusahalah memahami persoalan yang dikemukakan rekan bicara.

Karena kalau tidak, bisa-bisa Anda akan memberi tanggapan yang nggak ada hubungannya dengan persoalan yang dirundingkan. Untuk itu, jangan sekalipun mengalihkan perhatian dari rekan bicara, saat ia menyampaikan isi pesannya. Serta perhatikan juga bahasa tubuh rekan bicara. Karena bahasa tubuh seperti menggerakkan tangan, tatapan mata, dan posisi tubuh bisa melengkapi persepsi anda terhadap pembicaraannya.

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest