Pages Navigation Menu

Cintai Pekerjaanmu

Cintai Pekerjaanmu

Yah, cintai pekerjaanmu layaknya kekasihmu.

Siapa yang tidak cinta dan sayang sama kekasihnya, aneh juga kalau ada yang mengatakan kekasihnya adalah sesorang yang menyebalkan dan membuat susah. Begitulah anggapan sebagian orang tentang definisi kekasih.

Ada seorang pensiunan dari instansi daerah curhat tentang hidup dan karirnya. Penyesalan dan kekecewaan yang dilontarkan bertubi-tubi kepada motivatornya ketika berbicara tentang pekerjaanya. Padahal, siapa yang tidak tahu seantero pegawai tempat dia bekerja. Mereka paham betul si bapak ini mempunyai fasilitas yang wah dan uang pensiun yang terbilang cukup besar. Wajar saja, akhir dari masa kerjanya beliau termasuk orang yang mempunyai jabatan dan posisi penting di pekerjaannya.

Lantas, mengapa ia mengeluh dengan kehidupan karirnya? Adakah yang salah dengan si bapak beranak enam ini?

Lalu, mengapa ia menyesal dengan profesi yang ia jalani selama hidupnya? Dan terungkap juga dia tidak bahagia dengan apa yang dijalaninya. Waw sangat mengejutkan bukan?

Apa yang sebenarnya dia inginkan selama ini dalam menjalani karirnya? Ternyata eh ternyata, bapak ini dari kecil hobi menggambar. Senang sekali melukis. Pernah sesekali dia mengikuti lomba lukis tingkat kelurahan waktu dia menginjak usia 15 tahun. Dan waktu itu dia sangat bahagia dan senang sekali, walaupun pada saat kompetisi tersebut dia tidak mendapatkan medali apapun. Berjam-jam dia habiskan untuk melukis sepertinya tidak terasa, dan si bapak ini benar-benar sangat menikmatinya.

Adakah diantara Anda yang senasib dengan bapak tersebut?

Yah, tidak bisa dipungkiri. Penyesalan selalu datangnya belakangan. Dan ketahuilah waktu tidak bisa diputar kembali. Yang telah terjadi tidak bisa dirubah.

Nah, mumpung Anda masih bisa berbuat untuk karir dan kehidupan Anda, yuk mari kita tanya kedalam diri sendiri, benarkah profesi yang sedang saya jalani adalah profesi yang saya senangi? Benarkah karir yang saya jalani adalah karir idaman saya?

Dalam mencari pekerjaan yang paling sesuai bagi Anda, ingatlah selalu bahwa Anda harus mengetahui apa yang Anda sukai dan apa yang menjadi hobi Anda. Itu hal yang paling penting dalam memilih karir dan kehidupan kita. Kita perlu melihat apa minat dan hal yang paling kita sukai.

Bicara tentang bakat, nanti dulu. Itu nanti saya bahas diartikel yang lain.

Banyak orang diluaran sana melihat dan berpikir bahwa hanya dengan pendapatan besar ia akan bahagia. Faktanya adalah bahwa orang-orang yang sangat sukses dan bahagia adalah yang sudah menemukan pekerjaan yang dapat menjadi tempat curahan seluruh hati dan jiwa mereka. Ya pekerjaan mereka adalah kekasihnya. Mereka senang hati melakukan segala usaha untuk meraih apa yang divisikan dalam pekerjaannya. Hal ini berkaitan dengan rasa nyaman dan tenang yang dihasilkan karena kecintaannya terhadap pekerjaannya.

Memang kenyatannya Anda juga tak langsung begitu saja mendapat jenis pekerjaan yang anda sukai namun alangkah baiknya jika Anda terus mencari sampai Anda mengetahui jenis pekerjaan yang tepat untuk Anda. Jadikan itu obyek sasaran utama Anda, lalu keluarkan semua potensi Anda dan kerjakan pekerjaan itu dengan keyakinan bahwa Anda pasti berhasil dalam mengerjakannya.

Lalu bagaimana caranya Anda mengetahui dan dapat mengidentifikasi bahwa kita benar-benar telah mencintai pekerjaan kita layaknya mencintai kekasih dan mempunyai passion di bidang tersebut :

  1. Anda sering mengalami larut / FLOW pada saat terlibat langsung di dalam pekerjaan tersebut. Ukuran yang bisa kita rasakan adalah, waktu jadi tidak terasa. Ketika Anda bekerja dimulai dari jam 9, dan Anda sangat larut sehingga saat Anda menengok jam dinding atau jam tangan di lengan Anda, waktu sudah menunjukkan angka 2. Dan Anda bilang ke dalam diri sendiri, wah sudah jam 2 saja, tidak terasa. Ini tandanya Anda larut di dalam pekerjaan Anda.
  2. Anda sering mengalami pengalaman puncak / PEAK EXPERIENCE. Ada perasaan yang WAH dan BERGELORA pada saat Anda mengerjakan dan terlibat di dalam pekerjaan itu entah pada saat menemui masalah atau memecahkan masalahnya. Kebutuhan-kebutuhan Anda seperti makan, ke kamar kecil, pulang kantor, dsb. Seperti tidak menarik lagi buat Anda. Karena Anda mengalami pengalaman puncak ini. Walaupun kebutuhan-kebutuhan tersebut harus Anda penuhi sebagai tambahan energi untuk Anda. Beda dengan orang yang tidak passion di pekerjaannya. Mereka ingin segera untuk makan, bahkan waktu makan belum tiba, bayangan makanannya sudah terbayang di benaknya. Atau pada saat mau pulang, Anda ingin cepat-cepat segera pulang dan melupakan pekerjaan itu.

Jika Anda sudah ‘terlanjur’ bekerja disebuah perusahaan dan dikontrak beberapa tahun kedepan dan tidak mungkin Anda keluar dan beralih profesi dengan karir idaman Anda. Tenang saja, jalani dengan sebaik-baiknya. Diwaktu senggang, sisihkan waktu untuk mengasah kemampuan Anda di profesi pilihan Anda. Dan ketika waktunya Anda diizinkan untuk berganti profesi, Anda sudah siap dengan semua konsekuensi yang ada.

Hingga diujung akhir pekerjaan idaman Anda, dan Anda pun sangat puas terhadap hasilnya. Dengan bangga dan bahagia Anda mengatakan, pekerjaan saya adalah kekasih saya. Senyum pun Anda sunggingkan dengan tulus kepada dunia, karena Anda sudah persembahkan yang terbaik untuk kebahagiaan Anda dan bisa jadi bermanfaat bagi orang-orang yang Anda cintai.

Semoga pepatah tiongkok ini bisa dijadikan inspirasi kita untuk mencintai pekerjaan kita. “jika ingin bahagia satu jam, pergilah tidur. Jika ingin bahagia satu hari, pergilah memancing. Jika ingin bahagia satu bulan, pergilah berlibur. Jika ingin bahagia satu tahun, mintalah warisan. Akan tetapi jika ingin bahagia selamanya, cintailah pekerjaanmu.”