Pages Navigation Menu

Pelayanan Prima untuk Pustakawan

Pelayanan Prima untuk Pustakawan

Cara pandang masyarakat umum tentang Pustakawan (Librarian) sepertinya harus terus-menerus diperbaiki, bukan hanya saja profesinya namun sudah ke tataran tanggung jawab dan pekerjaan.

Coba saja Anda berkunjung ke perpustakaan terdekat. Jika para Pustakawannya belum dilatih bagaimana melayani pelanggan dengan baik, paradigma tentang Pustakawan yang identik dengan tidak bersahabat, kaku, acuh, dan lain sebagainya menjadi sebuah pilihan yang layak dipilih.

Bayangkan, jika Pustakawan cara melayaninya mirip seperti teller di Bank, User dilayani dengan baik dengan sapaan hangat dan senyum yang ikhlas, sambutan yang memberikan kenyamanan setiap pengunjung yang datang, pun tentunya keramahtamahan hadir di Perpustakaan sehingga pengunjung pun merasa betah dan nyaman untuk membaca buku yang disediakan oleh Perpustakaan tersebut.

Alhamdulillah, saya merasa tergerak untuk mengubah cara pandang yang keliru tentang image Pustakawan yang sudah merebak di Indonesia. Bagaimana caranya saya bisa berkontribusi terhadap hal ini?

Saya memiliki program ‘ Pelayanan Prima untuk Pustakawan ’ yang mengkhususkan mengubah cara dan sikap melayani User atau pengunjung yang datang ke perpustakaan. Yah, program ini memang berfokus mengubah cara pandang tentang pelayanan kepada pengunjung, bagaimana Pustakawan dilatih untuk senyum, cara berbicara, sikap tubuh pada saat melayani pengunjung. Intinya adalah, setelah mengikuti program ini, Pustakawan ataupun karyawan yang bertugas di Perpustakaan dapat mempraktekkan secara langsung melayani pelanggan dengan baik dan elegan.

Semoga semangat saya menjadi sebuah tabir kenyataan, untuk terus berkontribusi terhadap para Pustakawan di seluruh Indonesia. Aamiinn…