Pages Navigation Menu

Memecah Kebekuan Bicara

Memecah Kebekuan Bicara

Apakah Anda orangnya?

Saat berbicara dengan seseorang atau sekelompok orang, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan bahan pembicaraan. Apalagi, jika orang atau orang-orang itu baru saja Anda kenal.

Dan dalam situasi ini, Anda memiliki dua pilihan. Pilihan pertama, Anda bisa memecahkan kebekuan tersebut, atau kedua, Anda terus-menerus tersiksa saat harus bertemu dan berhadapan dengan orang-orang baru.

Lalu pilihan Anda apa?

Saya meyakini Anda memilih pilihan no 1 kan? Jika iya, pilihan Anda sangat tepat. Dan silahkan baca artikel memecah kebekuan bicara ini sampai tuntas. Insya Allah pasti ada manfaatnya.

Dibawah ini adalah cara-cara untuk memecah kebekuan bicara Anda :

  1. BERHENTILAH MELABELI NEGATIF DIRI ANDA SENDIRI

“Saya emang pecundang.”

“Aku nggak bakal pernah punya teman.”

“Saya memang kuper.”

“Saya nggak pernah bakal tahu gimana memulai percakapan.”

STOP! Hentikan sekarang juga! jika Anda teruskan, bersiapkan kurungan mental Anda akan semakin besar. Jadi saran saya BERHENTI melabeli negatif diri Anda.

  1. IDENTIFIKASI KEKUATAN DIRI

Setiap manusia diciptakan oleh Allah swt, tentunya memiliki kekuatan. Bukankah setiap orang itu unik? Saran saya cari kekuatan diri Anda!

Jika Anda belum juga menemukannya, temui orang-orang yang Anda cintai. Orang tua Anda, kakak atau saudara Anda, pasangan hidup Anda, atau bahkan sahabat-sahabat Anda!

Tanyakan mereka dan mintalah mereka untuk membantu Anda mengatakan apa kekuatan diri Anda. Dengarkan dengan seksama dan catat apa yang mereka katakan.

 

  1. TERIMA TANGGUNG JAWAB YANG MEMBERIKAN PELUANG ANDA DAPAT MELATIH CARA BICARA ANDA

Terima semua tawaran yang datang kepada Anda. Khususnya tawaran sebagai ajang Anda untuk melatih cara bicara Anda. Misalkan, Anda menjadi Master Ceremony di acara-acara keluarga, Anda menjadi relawan untuk terjun ke masyarakat, atau bahkan Anda di daulat untuk menawarkan produk tertentu langsung ke pelanggan.

Jangan tolak kesempatan-kesempatan tersebut. Ambilah, dan bertanggung jawablah!

  1. KUASAI PERTANYAAN STANDAR / BASA-BASI

Untuk memulai pembicaraan kepada orang-orang yang baru Anda kenal, Anda harus menguasai banyak pertanyaan-pertanyaan standar atau basa-basi. Jadikan pertanyaan tersebut sebagai senjata untuk Anda agar pembicaraan dapat terealisasi dengan baik.

Contoh :

“Mau ke Bandung Pak?”

“Sudah lama tinggal disini Bu?”

“Putra / Putri sudah berapa Pak?”

“Maaf, boleh tahu nama Bapak?”

“Apa kabar?”

“Anda kerja di sini?”

“Maaf, toiletnya di mana ya?”

“Kantor administrasinya yang mana sih?”

“Mau narok payung di mana ya?”

Intinya adalah Jadilah orang yang ingin tahu tentang rekan bicara Anda.

 

  1. BIASAKAN UNTUK MEMBERI PUJIAN

Bukankah setiap manusia senang dipuji?

Yah tidak ada satu orang pun senang dengan penghinaan, ejekan, dan pengremehan. Betul begitu?

Jika iya, saatnya Anda lebih sering dan membiasakan memuji rekan bicara Anda dengan tulus.

Contoh :

“Waw, mobil Bapak baru ya?”

“Saya senang sekali berkenalan sama Bapak?”

“Ibu hebat, sangat percaya diri!”

 

Semoga kelima tips diatas dapat menjadi solusi untuk Anda. Selamat mempraktekkannya!

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest