Pages Navigation Menu

Haruskah Menjadi Seorang Motivator ?

Haruskah Menjadi Seorang Motivator ?

Pernahkah kamu membayangkan berdiri di sebuah panggung yang megah, disaksikan beribu pasang mata yang menatap kamu dengan penuh semangat, riuh suara musik bergetar membahana mengantarkan kehadiran kamu di atas panggung, gegap gempita suara tepuk tangan pun ikut berkejar-kejaran di sela-sela teriakan peserta, seakan-akan tak sabar menantikan seorang sosok yang memberikan inspirasi yang memukau. Jika kamu berada dalam kondisi dan situasi tersebut, apa yang kamu rasakan?

Beginilah sensasinya ketika kamu berada di atas panggung. Jantung berdegup lebih kencang memompa adrenalin, sehingga membuat kamu semakin bergelora memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Setelah itu semua selesai, ada semangat yang para peserta juga tularkan kepada kamu, seolah-olah dunia menjadi milik kamu, yang lain pada ngontrak, hehehe…

Sekarang pertanyaan dari artikel ini adalah, haruskah menjadi seorang motivator? Pertanyaan ini silahkan kamu jawab dalam hati! Dan tahukah Anda tidak ada satu orang pun yang mengharuskan kamu menjadi seorang motivator. Ya tidak ada satu orang pun. Karena profesi ini adalah profesi pilihan, sama dengan profesi-profesi lain.

Jika ada yang terlintas dalam benak Anda, kalau semua menjadi motivator siapa yang jadi ibu rumah tangga yang mendidik anak-anak? Siapa yang menjadi guru yang mendidik murid-murid? Siapa yang menjadi ayah yang menjadi teladan anak-anaknya?

Pertanyaan jenis ini senada dengan kalau semua orang menjadi pengusaha, siapa nanti yang akan menjadi karyawannya.

Kalau saya boleh menjawab, sederhanannya saya akan mengatakan tidak mungkin. Karena setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Lagipula apakah pekerjaan motivator hanya tampil dipanggung memberikan motivasi kepada audiencenya?

Jika Anda mengangguk setuju, itu artinya Anda belum paham esensi dari motivator.

Motivator berasal dari kata Motif atau Motivation / motivasi, seseorang yang memberikan arahan untuk memiliki motif atau kemauan untuk melakukan sesuatu.

Jika Anda seorang Ayah yang memotivasi anak-anaknya untuk berbuat baik, apakah itu bukan motivator?

Jika Anda seorang guru atau dosen yang memotivasi anak didiknya memberikan presentasi didepan umum dengan cara yang terbaik apakah itu bukan motivator?

Jika Anda seorang Ibu rumah tangga yang memotivasi anak-anaknya untuk taat kepada Allah swt, apakah itu bukan motivator?

Contoh-contoh diatas merupakan pekerjaan inti seorang motivator. Karena alamiahnya, seseorang berani melakukan sesuatu karena tiga hal, yaitu adanya kemampuan, adanya kesempatan dan adanya kemauan. Dan yang terpenting adalah kemauan. Walaupun dia mampu dan memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu, akan tetapi dia tidak mau, maka secara otomatis dia tidak akan melakukannya. Paham maksud saya?

Jadi pertanyaan saya di judul artikel ini layak saya tanyakan kembali kepada Anda semua. Haruskah saya menjadi seorang motivator?

Silahkan Anda jawab di hati Anda.