Pages Navigation Menu

Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu Sederhana

Apakah Anda setuju dengan sebuah ungkapan bahagia itu sederhana?

Marilah kita simak sebuah kisah renungan bagi kita untuk mengerti apa itu kebahagiaan :

Tuhan bertanya kepada manusia: “Apa yang kamu inginkan?”

Manusia menjawab: “Aku ingin menyembahMu, Aku ingin beribadah kepadaMu, Aku ingin mendapatkan ketentraman hidup maka aku akan mendapatkan ketenangan hati. Bermohon kepadaMu untuk memberikannya kepadaku karena itulah yang aku inginkan”

“Baiklah,” kata Tuhan. “Apa yang kamu inginkan?

Aku ingin Lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan. Setelah itu, aku akan beribadah kepadaMu dengan tenang.”

“Baiklah, kamu akan mendapatkan nilai yang memuaskan.”

Setelah diraihnya, Tuhan bertanya: “ Bagaimana apakah kamu sudah merasa tenang?”

“Tidak. Aku tidak merasakan ketenangan. Oh Tuhan, aku menginginkan pekerjaan yang tetap agar hidupku menjadi tenang.”

Setelah beberapa waktu, Tuhan pun mengabulkannya. Dan kembali Tuhan bertanya “Apakah sekarang merasakan ketenangan?”

“Tidak. Aku tidak merasakan ketenangan. Oh Tuhan…, aku membutuhkan kekayaan supaya hidupku menjadi tenang.”

Kemudian Tuhan memberikan segala kekayaan dunia kepadanya. Setelah beberapa waktu Tuhan bertanya “Apakah sekarang merasakan ketenangan?”

“Tidak. Oh Tuhan… Aku tidak tenang, Aku ingin sebuah rumah yang mewah lengkap dengan semua fasilitas. Setelah itu aku akan tenang.”

“Baiklah,” kata Tuhan. Lalu, Tuhan memberikan rumah lengkap dengan semua fasilitas yang diinginkannya.

Setelah beberapa waktu Tuhan bertanya “Apakah sekarang merasakan ketenangan?”

“Oh Tuhan aku ingin kendaraan beroda empat supaya bisa jalan-jalan ketempat manapun yang aku suka”

Baiklah, Aku akan memberikan kamu sebuah kendaraan mobil.

Setelah beberapa waktu, Tuhan bertanya “Apakah sekarang merasakan ketenangan?”

“Tidak, Oh Tuhan ketenangan belum juga datang.”

“Lalu apa yang kamu inginkan?”

“Aku ingin baju yang berlapiskan berlian yang keindahannya bisa membuat hidupku bahagia dengan ketenangan.”

Kemudian Tuhan memberikan berlian terbagus. Setelah beberapa waktu Tuhan bertanya “Apakah sekarang merasakan ketenangan?”

“Tidak. Oh Tuhan aku tidak mengerti, Engkau selalu memberikan begitu banyak pintaku tetapi kenapa aku tidak merasakan ketenangan hati?”

Percayalah, keinginan manusia tidak akan ada batasnya. Karena bukankah manusia selalu tidak merasa puas terhadap sesuatu? Nah, kalau begitu dimana letaknya kebahagiaan?

Seringkali saya menyampaikan dikelas-kelas training saya tentang kebahagiaan. Dan beberapa peserta pun banyak menanyakan hal yang sama tentang bagaimana caranya saya bahagia?

Dan jawaban saya selalu saya berikan pertanyaan kembali kepadanya. Menurut Anda, ketika Anda memiliki tujuan mempunyai rumah, rumah dulu dapat baru bahagia, atau bahagia dulu baru dapat rumah?

Jika Anda menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang pertama, rumah dulu didapatkan baru bahagia, saya memastikan hidup Anda pasti tidak bahagia. Karena Anda meletakkan bahagia dengan syarat-syarat tertentu. Nah pertanyaan saya, kalau rumahnya cepat Anda miliki. Misalkan, jika itu rumah seumur hidup Anda tidak dapatkan, berarti selama hidup Anda, Anda tidak akan bahagia? Betulkah? Kasihan juga yah…

So, kalau Anda ingin selalu bahagia dalam hidup Anda letakkan bahagia itu tanpa syarat. Yah tanpa syarat. Dengan begitu, Anda dapat bahagia semudah dan sesederhana mungkin. Karena bahagia itu sederhana.

“Maka jika kau ingin bahagia, bahagialah!”

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest