Pages Navigation Menu

Masalahku Sahabatku

Masalahku Sahabatku

Masalahku sahabatku, merasa nyaman mengucapkan ini kepada diri kita sendiri? Bisa jadi artikel ini jadi jawabannya. Selamat menikmati!

Manusia yang hidup di dunia ini tidak bisa terbebas dari sebuah masalah. Karena hanya orang matilah yang bisa terbebas 100 % dari sebuah masalah di dunia. Jika Anda mengatakan dengan lantang bahwa Anda tidak memiliki masalah, justru disitulah masalah Anda!

Pernahkah Anda mengalami sebuah masalah yang sangat berat dan berkata “saya tidak sanggup lagi menghadapi hidup ini!” atau dengan sikap menyalahkan, “sungguh Tuhan tidak adil mengapa masalah yang berat ini datang kedalam hidupku?”.

Pernahkah Anda menyambut masalah dengan layaknya Anda menyambut kedatangan sahabat terbaik Anda? Terasa aneh yah? Masa masalah disambut?

Tenang dulu, tahan sebentar komentar Anda. Ada hal yang ingin saya tanyakan.

Bukannya memang kita dilahirkan didunia ini memang dipaketkan dengan masalah-masalah? Toh waktu kita belum berbentuk manusia, ketika kita masih menjadi sperma, bukankah kita berkompetisi dengan jutaan sperma yang lain? Bukankah itu masalah? Kan bisa saja, Tuhan hanya menyiapkan satu sperma saja agar tidak ada persaingan sengit disana. Betul?

Bahkan ketika Nabi Adam diturunkan didunia, karena memakan buah yang dilarang oleh Tuhan. Bukankah itu masalah pertama yang Allah hadirkan dalam kehidupan manusia dimuka bumi ini. Jadi masalah itu sudah hadir dalam kehidupan kita sebelum kita sadar ketika masalah itu datang ke dalam diri kita. Jadi bersahabatlah dengan masalah. Akan tetapi, jangan cari-cari masalah yah!

Yang perlu Anda yakinkah kedalam diri Anda adalah, masalah sebagai batu loncatan untuk keberhasilan Anda. Masalah itu hadir bisa jadi sebagai peringatan atau teguran untuk Anda juga untuk meningkatkan level hidup Anda dan untuk kebaikan-kebaikan lain yang masih tersembunyi.

Tuhan tidak pernah salah mengirimkan masalah kepada kita. Karena sudah jelas siapa yang akan menerima, dimana alamatnya dan seperti apa masalahnya. Seperti halnya pak pos yang akan mengirimkan surat kepada si penerima.

Coba Anda perhatikan fenomena alam yang terjadi pada metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu yang lahir ke alam bebas diciptakan melalui perjuangan atau proses perjalanan yang panjang. Mulai dari ulat yang sangat menjijikan, yang dijauhi oleh orang-orang kemudian berubah menjadi kepompong yang buruk rupa dan sangat tidak menarik. Ketika sedang menjelma sebagai kepompong, di sana sedang terjadi proses perubahan atau metamorfosa.

Perjuangan kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya tidak mudah. Ia harus secara perlahan dan hati-hati berusaha membebaskan diri, terus mendesak tak kenal lelah untuk keluar dari benang-benang halus kepompong yang membungkusnya, hingga akhirnya kepompong pun robek dan kupu-kupu bisa bebas mengepakkan sayap indahnya.

Berbeda nasibnya ketika kupu-kupu itu keluar dari kepongpong dengan bantuan tangan Anda secara paksa keluar sebelum waktunya, bisa jadi dia hidupnya tak akan bertahan lama karena kita memaksakan untuk membantunya.

Masalah itu seperti bungkus atau cangkang dari hadiah yang dikirimkan Tuhan untuk Anda. Bungkus sebagai fungsi untuk melindungi atau merahasiakan hadiah yang ada didalamnya sehingga tidak tertukar atau direbut orang lain. Datangnya masalah akan meningkatkan kualitas hidup pribadi Anda dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik, bahagia, dan sukses.

Ketika menghadapi masalah sikap merespon adalah faktor penentu apakah masalah itu menjadi akan menjadi pribadi yang tangguh atau kerdil. Orang-orang sukses didunia adalah orang yang tidak lari dari masalahnya, tetapi mereka berusaha dengan kekuatan terbaik untuk dapat merespon setiap masalah dengan tepat.

Setiap kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang dialami akan mengandung pesanNya. Jika Anda dapat membacanya Anda akan mendapatkan pelajaran atau hadiah. Dampak dari setiap kali bertambahnya masalah, hidup Anda diciptakan semakin bahagia, sejahtera dan sukses.

Mari kita sambut setiap masalah yang hadir saat dalam hidup kita. Artinya Anda setuju kan bahwa masalahku sahabatku?