Pages Navigation Menu

Hidup itu Pilihan atau Takdir

Hidup itu Pilihan atau Takdir

Ada pepatah bijak yang mengatakan, hidup itu pilihan. Dan pilihan yang kita ambil pun mengandung konsekuensinya masing-masing. Bahkan ketika Anda tidak memilih apapun, itu merupakan sebuah pilihan yang kita ambil.

Dan tahukah Anda, hidup yang terjadi sekarang adalah kumpulan pilihan-pilihan Anda di masa lalu. Setali tiga uang, hidup Anda di masa depan adalah kumpulan pilihan-pilihan yang Anda pilih di masa kini.

Jika hidup Anda ingin lebih baik, lebih berdaya, dan lebih hebat lagi maka Anda pun perlu memilih pilihan-pilihan yang mengarah ke arah sana.

Lalu, menurut Anda apakah hidup itu pilihan atau takdir ?

Dengan tegas saya menjawab, takdir adalah hasil dari pilihan-pilihan Anda. Karena kita tidak mengetahui takdir kita, maka cara yang paling mudah mendeteksi takdir masa depan kita, adalah peka terhadap pilihan-pilihan kita.

Hidup adalah deretan pilihan, kita sadari atau tidak sebetulnya setiap saat kita sedang memilih. Memilih untuk sehat atau sakit, memilih kaya atau miskin, memilih rajin atu malas, memilih jadi pengusaha atau karyawan, memilih sibuk atau bengong, memilih teman yang baik atau yang buruk, memilih membaca buku atau menonton TV, memilih menjadi “sopir” atau “penumpang”,dan berjuta atau bermilyar pilihan-pilihan kecil yang akan membingkai arah masa depan kita dengan izin Allah tentunya.

Paling tidak ada 21 pola pikir dan tindakan yang membedakan antara orang kaya atau yang sedang merencanakan untuk kaya dan pola pikir orang miskin :

Ke 21 pola pikir itu adalah :

  1. Orang kaya MEMBUAT NILAI TAMBAH sedang orang miskin TIDAK MEMBUAT/SEDIKIT NILAI TAMBAH.
  2. Orang kaya MEMPUNYAI FAKTOR KALI sedang orang miskis TIDAK PUNYA FAKTOR KALI.
  3. Orang kaya memastikan orang lain WIN, baru dia WIN sedang orang miskin memastikan WIN dulu, orang lain baru WIN (atau yang lebih jelek lagi dia WIN orang lain LOSE).
  4. Orang kaya PENUH DAYA UPAYA (selalu berdaya/resourcesfulnes) sedang orang miskin PENUH ALASAN.
  5. Orang kaya BERTANGGUNG JAWAB terhadap dirinya sedang orang miskin selalu MENYALAHKAN situasi,lingkungan,orang lain dan nasib (MENCARI KAMBING HITAM).
  6. Orang kaya bermain dengan uang untuk MENANG sedang orang miskin bermain dengan uang untuk TIDAK KALAH.
  7. Orang kaya BERKOMITMEN UNTUK MENJADI KAYA sedang orang miskin INGIN MENJADI KAYA.
  8. Orang kaya BERPIKIR BESAR sedang orang miskin BERPIKIR KECIL.
  9. Orang kaya fokus pada KESEMPATAN sedang orang miskin fokus pada HAMBATAN.
  10. Orang kaya MENGAGUMI orang kaya dan sukses lainya sedang orang miskin IRI/DENGKI pada orang kaya dan sukses.
  11. Orang kaya BERGAUL dengan ORANG POSITIF DAN SUKSES sedang orang miskin BERGAUL dengan ORANG NEGATIF DAN TIDAK SUKSES.
  12. Orang kaya bersedia untuk MEMPROMOSIKAN DIRI mereka dan nilai-nilai mereka sedang orang miskin BERPIKIR NEGATIF tentang penjualan dan promosi.
  13. Orang kaya LEBIH BESAR dari pada MASALAH mereka sedang orang miskin LEBIH KECIL dari MASALAH mereka.
  14. Orang kaya adalah PENERIMA YANG LUAR BIASA sedang orang miskin adalah PENERIMA YANG BURUK.
  15. Orang kaya memilih DIBAYAR BERDASARKAN HASIL sedang orang miskin memilih DIBAYAR BERDASARKAN WAKTU.
  16. Orang kaya berpikir “DUA-DUANYA” sedang orang miskin berpikir “SALAH SATU/ATAU”
  17. Orang kaya FOKUS pada WEALTH STYLE (MASSIVE & PASIF INCOME) mereka sedang orang miskin FOKUS pada LIFE STYLE (GAYA HIDUP) mereka.
  18. Orang kaya MEMANAGE (membelanjakan) UANG mereka dengan BAIK sedang orang miskin TIDAK MEMANAGE UANG mereka dengan baik.
  19. Orang kaya membuat UANG BEKERJA KERAS UNTUK MEREKA sedang orang miskin membuat diri mereka BEKERJA KERAS UNTUK UANG.
  20. Orang kaya bertindak MELAWAN KETAKUTAN MEREKA sedang orang miskin membiarkan ketakutan MENGHENTIKAN MEREKA.
  21. Orang kaya TERUS MENERUS BELAJAR DAN BERTUMBUH sedang orang miskin BERPIKIR MEREKA SUDAH TAHU.

Dengan mengetahui ke 21 pola pikir dan tindakan ini maka kita bisa mengevaluasi diri, apakah pola pikir dan tindakan kita sudah sesuai dengan pola pikir dan tindakan orang kaya? Bila belum maka kita harus segera merubahnya bila tidak, maka berarti kita secara sengaja memilih menjadi orang miskin.

Marilah kita tutup dengan sebuah kata bijak. “jika Anda dilahirkan dalam keadaan miskin itu bukan salah Anda, tapi ketika Anda meninggal dalam keadaan miskin. Itu jelas salah Anda!”

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest