Pages Navigation Menu

Kehebatan Otak Manusia

Kehebatan Otak Manusia

Mengapa manusia dinobatkan sebagai mahluk yang paling mulia dibandingkan dengan mahluk lainnya?

Mengapa manusia selalu menjadi mahluk yang terdepan dibandingkan dengan mahluk lainnya?

Mengapa manusia dipilih oleh sang maha kuasa menjadi pemimpin (khalifah) di bumi ini?

Jawabannya adalah karena manusia memiliki otak.

Loh, memangnya apa keistimewaan otak?

Apakah Anda tidak tahu tentang kehebatan otak manusia?

Coba bayangkan oleh Anda, seandainya manusia tidak pernah memiliki otak mungkin kita tidak akan ada bedanya dengan binatang. Memangnya Anda mau disamakan dengan ayam peliharaan tetangga Anda? Pasti jawabanya tidak mau kan? Untuk itu Mulai dari saat ini, gunakanlah otak Anda dengan baik dan benar.

Percaya tidak percaya segala perubahan dan kemajuan zaman adalah bersumber dari otak manusia. Mengapa bisa begitu? Karena setiap hari manusia selalu berpikir, terutama para ilmuan. Mereka selalu memikirkan bagaimana caranya untuk merubah peradaban yang serba sulit menjadi serba mudah. Dengan daya kreatifitas otak manusia mampu merubah dan membawa kemajuan zaman. Dari zaman kuda sampai zaman Honda, dari zaman batu menjadi zaman sepatu, dari rasa yang kaku sampai terlahir keju, dari zamankayu sampai zaman paku, dari zaman berhala sampai zaman pahala dan begitulah seterusnya.

Bukan hanya itu kontribusi terbesar otak manusia terhadap kehidupan. Terlebih adalah sebagai memory penyimpanan yang luarbiasa. Karena otak adalah hardware yang memliki kapasitas yang luarbiasa tidak terbatas. Berbagai macam ilmu dapat disimpan didalam otak dalam waktu yang lama dan bahkan bisa juga bersifat abadi.Ilmu dan otak adalah sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan, karena otak memang sudah disesain sebagai media penyimpanan ilmu.

Dengan ilmu manusia bisa menjadi mulia dan derajat bisa terangkat. Dengan ilmu Manusia bisa terbang bagaikan burung melayang bebas diangkasa, dengan ilmu manusia bisa berenang bahkan menyelam dilautan bebas bagaikan seekor ikan, dengan ilmu manusia bisa merubah peradaban, dengan ilmu manusia bisa, bisa dan bisa semua dengan ilmu. Jadi bukanlah hal yang tidak mungkin jika anda menjadi orang besar dikemudian hari, asalkan ada ilmunya.

Yang lebih luar biasa lagi adalah otak tidak lebih besar dari seuntai anggur, ia bahkan lebih kecil dari sebuah kol. Anda dapat memegangnya dengan sebuah tangan. Kurang lebih beratnya hanya sekitar 1,5 kg. namun ia beribu kali lebih hebat daripada komputer yang terhebat didunia. Dan ia adalah milik anda. Otak anda yang ajaib memiliki 100 miliar  sel saraf aktif atau neuron, dan 900 miliar sel sel lain yang merekatkan, memelihara dan menyelubungi sel-sel aktif. Jadi total keseluruhan sel otak anda adalah 1 triliun sel otak. Luarbiasanya lagi, setiap satu dari 100 miliar neuron tersebut dapat tumbuh bercabang hingga sebanyak 20.000.

Bayangkan saja oleh anda, jika Tuhan tidak berbaik hati kepada kita mungkin otak yang luarbiasa ini tidak akan pernah kita miliki. Dan bayangkan saja jika kebutuhan bahan bakar otak kita harus memakai bensin mungkin kerepotan saat BBM naik, atau listrik 220 volt wah bisa repot tuh kayak radio aja 220 volt. Inilah kedahsyatan otak kita, bahan bakarnya cukup dengan glukosa dan oksigen saja. Luarbiasa hemat kan?.Nah kalau sudah tahu begini mestinya kita harus sering-sering saja bersukur supaya kedahsyatan otak kita selalu terjaga dan semakin lama semakin dahsyat.Oke…!!!

Bahkan pernah ada yang menghitung, jika kita ingin membuat komputer yang daya pemrosesanya melebihi kapasitas otak manusia harus membuat komputer super yang luasnya lima puluh kali lapangan sepak bola dan tinginya setinggi patung liberty.

“otak anda dapat terus belajar sejak lahir sampai akhir hayat” (Mariand Diamond).

Lalu pantaskah Anda mengeluh dengan kehebatan otak manusia yang diberikan Tuhan untuk kita? Pantaskah?

Itu baru kehebatan otak, belum lagi dengan organ-organ lain yang ada pada tubuh manusia. Pernah suatu kali di kelas seminar saya tentang cara benar menjadi pengusaha. Ada beberapa orang yang mengeluh tentang ketergantungan modal ketika memulai usaha. Lalu, saya sempat tantang kepada dia, saya akan kasih uang 1 miliar sebagai modalnya dengan syarat satu bola matanya buat saya.

Apa responnya ketika mendengar pernyataan saya tentang itu? Ya tentu saja, dia tidak mau menukar bola matanya dengan uang 1 miliar.

Artinya adalah bola mata Anda senilai lebih dari 1 miliar, bukankah itu jadi modal kita untuk memulai sesuatu?

Mengapa  harus terus-menerus mengeluh? Bukankah keluhan tidak akan memunculkan solusi?