Pages Navigation Menu

Komunikasi Politik di Indonesia

Komunikasi Politik di Indonesia

Tak dapat dipungkiri di era abad 21, hampir semua bidang kehidupan di campuri dengan politik. Betulkah? Betulkah hampir semua bidang yang ada dalam negri ini dapat dipastikan karena pengaruh perpolitikan?

Mari sejenak kita memahami arti dari komunikasi politik itu sendiri. Secara sederhana, komunikasi politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor yang bergelut dalam bidang politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Bisa dibilang komunikasi politik bisa dipahami sebagai komunikasi antara yang memerintah dan yang diperintah.

Nah, komunikasi politik dapat diartikan komunikasi yang terjadi antara yang memerintah dan yang diperintah.

Pertanyaannya adalah apakah di sendi-sendi kehidupan kita bersinggungan antara orang yang memerintah dengan yang diperintah? Sudah pasti.

Di keluarga misalnya, Anda sebagai suami. Anda memiliki peranan untuk memerintah istri dan anak Anda. Bukankah seorang suami adalah pemimpin atau imam untuk anggota keluarganya?

Anda sebagai dosen atau guru, Anda pun berpolitik didalamnya. Karena Anda memerintah siswa atau mahasiswa Anda untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang Anda berikan.

Anda sebagai seorang profesional muda, memiliki anak buah. Bukankah itu juga bersinggungan antara siapa yang memerintah dan siapa yang diperintah?

Jika didalamnya ada orang-orang yang turut ikut campur dan memilliki kepentingan, serta adanya gap antara yang diperintah dan memerintah. Maka dengan otomatis peranan komunikasi politik di Indonesia sangat besar.

Percayakah Anda, dalam praktiknya, komunikasi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak ada satu pun manusia yang tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dari orang awam berkomentar soal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR.

Memang benar adanya komunikasi politik merupakan salah satu fungsi dari partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa. Pun tak terelakkan, komunikasi politik juga di pakai dalam sebuah organisasi-organisasi manapun entah yang sosial maupun yang bernilai bisnis.

Dalam konteks yang lebih luar, komunikasi politik dapat juga diartikan sebagai kritik dan saran dari individu suatu bangsa yang disampaikan dalam mengkritisi kebijakan pemerintahan.

Politik adalah kepentingan maka komunikasi politik adalah komunikasi ynag dilakukan karena adanya kepentingan tertentu dari suatu individu. Karena itulah komunikasi politik tidak hanya dijlankan oleh aktor dalam dunia perpartai politikkan namun semua orang dapat melakukannya.

Kesimpulannya adalah komunikasi politik berfungsi untuk menyatakan kepentingan yang berhubungan antara dua orang atau lebih, dimana kepentingan itu berbentuk kebijakan yang akan diterima oleh orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Semua etika mengenai pengambilan keputusan it lah yang diatur oleh komunikasi politik. Jadi komunikasi politik ini dilakukan sebagaimana bentuk umum komunikasi lainnya namun ada aturan yang mengatur  komunikasi tersebut untuk memudahkan kita mencapai kepentingan bersama.

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest