Pages Navigation Menu

Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi menurut teori ilmu komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi organisasi biasanya bersifat  formal yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan berorientasi untuk kepentingan organisasi. Isinya segala hal yang dianggap penting oleh organisasi tersebut, biasanya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi.

Hubungan komunikasi dalam suatu organisasi amatlah sangat penting. Mengapa? Karena jika komunikasi di dalam sebuah organisasi itu tidak berjalan, maka tidak efektiflah roda organisasi itu berputar.

Komunikasi organisasi terbagi dua, ada yang bersifat informal yakni komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual. Dan satunya komunikasi yang bersifat formal. Yaitu, komunikasi yang menitik beratkan kepada tujuan organisasi tersebut. Dan kedua-duanya memiliki peranannya masing-masing.

Nah, jika dilihat dari fungsi, maka fungsi komunikasi didalam organisasi terbagi menjadi 3, yakni :

  1. Fungsi informatif yakni komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan semua informasi kepada seluruh anggota dalam suatu organisasi yang berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti.
  2. Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.
  3. Fungsi persuasif yakni mengkomunikasikan perintah dalam bentuk persuasi agar kepedulian anggota organisasi lebih tinggi.
  4. Fungsi integratif yakni komunikasi yang di bangun tidak sebatas untuk organisasi saja namun juga mempengaruhi ikatan emosional dan kedekatan antar individu.

Sebagai seorang pemimpin organisasi Anda perlu memilih salah satu dari berbagai metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan situasi pada waktu komunikasi dijalankan. Setuju?

Dan jangan lupa, Anda menjadi seorang pemimpin juga memiliki peranan yang sangat vital dalam hal berkomunikasi dengan bawahan atau stake holder di organisasi Anda. Apakah Anda memilih peran sebagai motivator atau inspirator? Maksudnya adalah Anda sebagai seorang komunikator di dalam organisasi Anda, dapat memberikan pencerahan, motivasi, inspirasi kepada anggota organisasi maupun pihak-pihak yang berwenang. Selain itu Anda pun perlu mengkoordinasi seluruh aspek internal organisasi tersebut, serta dapat membangun jaringan dalam ranah eksternal. Percayalah, kalau Anda lihai memainkannya, maka karisma dan wibawa Anda yang menjadi taruhannya.

Dan yang paling penting adalah, Anda sebagai seorang pemimpin perlunya peranan untuk memutuskan sesuatu. Ini sudah kewajiban seorang pemimpin yang memiliki kewewenangan untuk memutuskan apa yang dilakukan dan dikerjakan organisasi kelak. Dus, seorang pemimpin harus dapat mengawasi, memimpin, mengkoordinasi segala aspek dalam ruang lingkup organisasi tersebut serta memutuskan hal terbaik yang akan menjadi pekerjaan dan arah kemana perginya organisasi tersebut. Hal inilah yang menyebbkan peranan pemimpin dalam sebuah organisasi begitu penting sebagai pengawas sekaligus penanggung jawab utama apa yang dilakukan organisasi tersebut.

Jika Anda benar-benar paham kearah mana artikel ini. Jika Anda seorang pemimpin disebuah organisasi, entah profit maupun non profit, maka komunikasi didalam sebuah organisasi perlu di rancang dan perlu dipikirkan dengan matang, sehingga komunikasi antar pemimpin dan anggota ataupun antar anggota satu sama lainnya dapat bermanfaat dan terkontrol serta tidak ada yang mengalami kedzaliman.

Silakan Bagikan Artikel IniShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageShare on LinkedInPin on Pinterest