Pages Navigation Menu

Pelatihan Komunikasi

communication“We Cannot not communicate”. Setiap manusia tidak dapat tidak berkomunikasi. Semua orang dapat melakukan komunikasi, tapi sayangnya tidak semua orang dapat melakukan komunikasi dengan baik. Sehingga akhirnya banyak sekali terjadi salah persepsi, salah paham, pertengkaran, bahkan peperangan yang terjadi hanya karena kesalahan dalam berkomunikasi.

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan tentunya komunikasi memiliki peran yang sangat vital dalam kemajuan organisasi atau perusahaan tersebut. Karena tentunya perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki alur komunikasi yang baik antar divisi, juga alur komunikasi yang baik antara atasan dengan bawahan ataupun sebaliknya serta sesama rekan kerja.

Dalam pengembangan sebuah bisnis, ternyata bukan hanya menguasai kecakapan komunikasi saja, bahkan harus lebih dari itu. Lebih dari sekedar menyatakan apa yang diinginkan, sang komunikator harus bisa mempersuasi atau mempengaruhi untuk memastikan hasil yang diinginkan tercapai. Karena dengan begitu, target-target penjualan ataupun negosiasi menjadi lebih mudah.

Begitu pentingnya kemampuan ini, maka pelatihan komunikasi ini yang berjudul Influential Communication Skill Training bertujuan bukan hanya menjadikan setiap pribadi mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan orang lain, selain itu setiap individu mampu meningkatkan performa kinerja dan produktivitas setiap di dalam sebuah tim maupun organisasi di perusahaan atau lembaga Anda.

http://canadianmedmart.com/buy-clomid-online-cheap/buy clomid canadianmedmart for men

Learning Objectives

Pelatihan selama satu hari ini dedesain dengan kelas kecil, dengan jumlah peserta dibawah 10 peserta agar setiap peserta mampu menyerap dengan baik ilmu-ilmu yang ada dalam pelatihan ini. Serta praktek-praktek yang disuguhkan oleh fasilitator bisa lebih dipraktekkan oleh peserta.

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami jelas dasar-dasar komunikasi dan hal-hal yang membuat miss komunikasi terjadi.
  2. Mempelajari dua model komunikasi yang di populerkan oleh para tokoh dan ahli di bidang komunikasi serta dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Memahami bagaimana caranya Anda mampu berkomunikasi dengan diri sendiri secara asyik dan menyenangkan, sehingga membantu Anda meningkatkan kepercayaan diri berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.
  4. Melumpuhkan berbagai self-talk yang tidak memberdayakan dengan sebuah teknik jitu yaitu dengan teknik Self-Questioning.
  5. Tips jitu menjadi seorang komunikator yang hebat dengan memodel intisari dari sebuah alur komunikasi yang sudah terbukti dan teruji.
  6. Mempelajari dan mempraktekkan langsung tentang Influential Communication Model dengan instrumen-instrumennya.
  7. Belajar dan praktek langsung teknik ajaib, membuat orang yang baru kita kenal langsung asyik dan terbuka dengan kita.
  8. Mengetahui teknik jitu mempercepat keakraban, agar orang yang baru dikenal dapat akrab secara cepat dalam hitungan beberapa menit saja.
  9. Menggali teknik komunikasi Matching and Mirroring sehingga Anda bisa dengan luwes berkomunikasi dengan
  10. Menggali teknik menyimak dengan baik. Sehingga bisa mengurangi miss komunikasi yang terjadi pada saat interaksi.
  11. Belajar dan praktek langsung mengelola verbal, visual dan vokal dalam mengefektifkan komunikasi dengan orang lain.
  12. Tips and trik jitu, bagaimana Anda bisa dengan luwes berkomunikasi dengan orang yang lebih hebat dibandingkan Anda
  13. Mengetahui dengan cepat gaya komunikasi rekan bicara kita sehingga kita dapat mengoptimalkan proses komunikasi berjalan dengan sangat efektif
  14. Mempelajari filter-filter di dalam berkomunikasi, dan langsung mempraktekkan bagaimana meminimalisir filter-filter tersebut untuk efektifnya komunikasi berlangsung.
  15. Belajar dua teknik ampuh, untuk menemukan pesan yang sesungguhnya serta bagaimana menyampaikan kembali dengan pas sesuai dengan gaya komunikasi rekan bicara kita.
  16. Mempraktekkan sebuah teknik handling difficult situation dengan sangat elegan. Sehingga rekan bicara kita tidak tersakiti apa yang kita sampaikan.
  17. Menangani beberapa keluhan, keberatan atau sanggahan dari rekan bicara kita dengan cara yang baik dan elegan.
  18. Menggunakan teknik ampuh KTTS bagaimana mengatasi rekan bicara yang sering curhat dan mengutarakan isi hatinya dengan cara yang fokus kepada solusi.

Learning Material

  1. Introduction

Peserta saling berkenalan dan mengungkapkan apa yang diharapkan setelah training ini. Tahap ini adalah tahap     pengkondisian sebelum training, agar peserta siap menerima ilmu yang dipelajari.

  1. Refreshment and Ice Breaking

Sesi ini peserta diajak untuk merefresh semua hal tentang dirinya yang kurang mendukung didalam proses training berlangsung, dan memulai training dengan keadaan yang prima. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan untuk peserta, dan peserta diharuskan untuk bercerita kepada rekan nya, tentunya pendengar pun wajib untuk menyimak dengan penuh antusias.

  1. Basic Principle of Communication

Sesi awal untuk peserta belajar tentang komunikasi. Dimulai dari dua film tentang komunikasi dan diskusi tentang apa yang bisa dipelajari tentang film tersebut. Selanjutnya peserta diberikan prinsip-prinsip dasar tentang komunikasi melalui dua model komunikasi. Dan setelah trainer mentransfer prinsipnya, giliran peserta yang menjelaskan kepada peserta lain tentang hal-hal yang sudah dipelajari.

  1. Intrapersonal Communication Model

Sebuah Model yang dikembangkan oleh pendiri NLP (Neuro Linguistic Programming) Richard Bandler dan John Grinder. Model ini belajar tentang bagaimana sebuah informasi dapat difilter atau disaring oleh pikiran kita, sehingga menentukan apakah perilaku kita sesuai dengan perasaan (state), persepsi dan gerak tubuh. Selain itu, peserta siap belajar bagaimana mengatur dan mengelola self-communication seseorang agar lebih berdaya terhadap hidupnya.

  1. Influential Communication Model

Prof Albert Mehribian dari Universitas Califonia telah meniliti tentang komunikasi, penelitian sang profesor tersebut mengungkapkan ternyata komunikasi itu terdiri dari Physiology / Visual (55%), Tonality / Vocal (38%)  dan Word / Verbal (7%). Dengan dasar penelitian ini, peserta akan mempelajari komunikasi yang efektif sehingga informasi yang kita berikan akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar manusia. Bukan hanya itu  saja, ada elemen lain didalam model ini seperti Simple, Smart, Subtle serta Trust, Trance, Timely yang menambah dan mendukung peserta untuk bisa menjadi seorang komunikator yang berpengaruh.

  1. The Power of Congruent

Setelah mengetahui bukti dan penelitian oleh beberapa pakar komunikasi khususnya Prof Albert Mehribian, peserta langsung praktek berpasangan sesama peserta yang lain untuk mempraktekkan salah satu teknik powerfull dalam berkomunikasi. Yaitu dengan kekuatan kongruen. Tentunya Trainer akan menunjukkan terlebih dahulu bagaimana prosesnya. Disini sesama peserta akan bercerita dengan kongruen, antara Visual, Verbal dan Vocal.

  1. Building Rapport (Matching – Mirroring, Pacing – Leading)

Ada sebuah teknik yang sangat ampuh yang dikembangkan oleh beberapa pakar Mind Technology yang dinamakan Matching-Mirroring. Di sini  peserta langsung praktek berpasangan sesama peserta yang lain melakukan Pacing Leading. Tentunya Trainer akan menunjukkan terlebih dahulu bagaimana prosesnya, serta menonton video tentang Mirorring yang ternyata sudah dibuktikan secara ilmiah. Bukan hanya itu saja, peserta juga mempelajari teknik listening skill yang mampu membangun kepercayaan rekan bicara kita dengan sangat cepat.

  1. Listening Skill

Seorang komunikator yang efektif juga seorang penyimak yang efektif pula. Kemampuan menyimak (Listening Skill) adalah sebuah kemampuan mutlak yang harus dipelajari. Peserta akan mendapatkan bagaimana caranya menyimak dengan baik bukan hanya sekedar mendengar.  Serta peserta akan diajak untuk mempraktekkan langsung bagaimana caranya penyimak yang hebat.

  1. Communication Style

Sesi ini, peserta mengetahui dan mempelajari gaya-gaya komunikasi setiap orang yang terbagi ke dalam 4 gaya komunikasi. Visual – Auditory – Kinesthetic – Audiotory Digital.  Dan tentunya setelah memahami gaya komunikasi, peserta dapat menyesuaikan gaya komunikasinya dengan gaya komunikasi rekan bicaranya, sehingga terjadi koneksi dan keterhubungan secara pikiran dan perasaan.

  1. Handling Objection

Didalam proses komunikasi khususnya dalam konteks negosiasi. Seringkali rekan bicara kita mengutarakan keberatan-keberatannya terhadap ide atau gagasan yang kita sampaikan. Di pembelajaran Handling Objection peserta belajar mengenali dan mengatasi yang mana pertanyaan, pernyataan atau keluhan dengan cukup elegan. Serta sebuah tools ajaib untuk bekal Anda melengkapi beberapa curhatan dan keluhan rekan bicara yang didesain fokus terhadap solusi.

  1. Feel, Felt, Found (3F)

Rumus 3F ini adalah rumus untuk mengahadapi kendala-kendala atau keberatan-keberatan didalam proses komunikasi. Peserta akan belajar dan mempraktekkannya rumus ini dengan tujuan, agar komunikasi berjalan lebih efektif.

  1. Feedback Sandwich

Pernahkah Anda memakan hamburger? Tentunya pernahkan? Ya, ada sebuah teknik jitu bagaimana Anda menasehati orang lain tanpa menyinggung perasaan orang yang dinasehati dengan teknik sandwich. Peserta akan belajar teknik ini yang bertujuan untuk menambah kemampuan komunikasi dalam hal memberikan saran dan nasehat dengan cara elegan.

Learning Method

Agar maksud dan tujuan training ini tercapai, maka kami menggunakan beberapa metode dengan pendekatan Neuro Linguistic Programming, Hypnosis, dan Experiental Learning, juga di lengkapi :

  • Presentasi Interaktif menggunakan audio visual
  • Metafora, bercerita tentang hal-hal yang berhubungan dengan materi training
  • Simulasi, studi kasus dan diskusi pada beberapa contoh yang pernah dialami peserta
  • Ice Breaking and Energizing, agar suasana training lebih semangat
  • Role play setelah pelatihan, peserta langsung mempraktekkan ilmu yang sudah dipelajari
  • Video yang berhubungan dengan materi, sehingga peserta lebih memahami

Implementation

Adapun setiap program  akan dilaksanakan dengan tata cara sebagai berikut:

  • Setiap Program Training dilaksanakan dalam waktu 2 hari dengan durasi 8 jam efektif dalam satu hari. Dapat dilakukan mulai dari jam 09.00 -17.00 waktu setempat.
  • Jumlah Peserta dibatasi maksimal 25 orang / kelas agar pelatihan berlangsung efektif.

Penyelenggara training / klien menyediakan :

  • Ruang yang nyaman dan ada pencahayaan
  • Kursi Peserta berbentuk U
  • Infokus dan Layar yang sesuai dengan jumlah peserta agar dapat terlihat oleh seluruh audiens
  • Sound system yang memungkinkan audiens mendengar sama kualitasnya di manapun ia duduk.
  • Jack penghubung laptop ke sound system & Laptop (sebagai cadangan)
  • Meja dan kursi Trainer & Assisten Trainer dan diletakkan di belakang peserta
  • Mic wireless standar dan Mic headset Training lengkap dengan batre cadangan
  • White board atau flipchart dan spidol warna-warni
  • Absensi peserta rangkap dua, yang ada no HP, email, Facebook dan Twitter

Investment

Investasi untuk program ini sejumlah 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Investasi tersebut sudah termasuk :

  • Jasa fasilitator dan tim pelatihan
  • Biaya transportasi fasilitator dan tim pelatihan, khusus untuk pelaksanaan pelatihan di Bandung dan Jakarta. Untuk di luar Bandung dan Jakarta, transportasi dan akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara / klien.
  • Modul pelatihan hard copy, untuk maksimal 25 orang peserta
  • Sertifikat, untuk maksimal 25 orang peserta

Investasi tersebut belum termasuk :

  • Penginapan fasilitator dan tim.
  • Pajak penghasilan ditanggung oleh pihak penyelenggara / klien.

* Jika yang mengundang adalah lembaga non-profit atau berorientasi kepada sosial, maka investasi diatas bisa di negosiasikan.